- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Puluhan Rumah Roboh Diterjang Angin
PALEMBANG, SIMBUR – Angin kencang disertai hujan ekstrem yang melanda tadi malam, Selasa (23/2/21). Menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan di Desa Embacang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Diperkirakan sekitar 26 rumah roboh dan rusak, akibat terjangan angin, terletak di sekitar sungai dan rawa itu.
Kejadian bencana alam yang terjadi tadi malam di Lubuk Keliat, dibenarkan Kepala BPBD Sumsel Iriansyah melalui humas BPBD Sumsel Ansori. “Ya, informasinya sedang kita pastikan dulu,” ujarnya.
Terdata dari laporan BPBD Ogan Ilir, jumlah rumah warga roboh akibat angin kencang disertai hujan deras sebanyak 26 unit. “Untuk saat ini kondisi warga yang terdampak, sebagin masih di lokasi, sebagian lagi mengungsi ke rumah warga lainnya,” ungkap Ansori kepada Simbur, Selasa (24/2/21).
Namun menurut Ansori, data tersebut merupakan baru laporan hasil kaji cepat Satgas yang dilapangan hingga siang ini. “Untuk laporan resmi, Pusdalops masih berkoordinasi dengan operator Satgas,” tukasnya.
Terpisah Kepala Basarnas Palembang Heri Marantika SH MH kepada Simbur mengatakan, sejauh ini belum ada laporan mengancam jiwa manusia terkait musibah yang terjadi di Lubuk Keliat ini.
“Sampai sejauh ini, tidak ada laporan yang mengancam jiwa, kita juga kroscek dengan BPBD apakah Basarnas harus terjun. Belasan rumah yang rusak dan roboh disebabkan angin kencang dan hujan ekstrem,” tanggap Heri.
Terkait cuaca ekstrem ini, pihak BPBD Sumsel telah jauh-jauh hari mengadakan koordinasi dan kesiap siagaan menghadapi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di Sumsel.
Koordinasi dan kesiap-siagaan terhadap bencana ini melibatkan unsur, TNI, Polri, BPBD daerah dan kota, Dinkes, Dinas PU, Dinsos, serta Badan Sar Nasional Palembang. (nrd)



