Usaha Dagang dan Pariwisata Terpuruk di Zona Merah

PALEMBANG, SIMBUR – Kota Palembang kembali berstatus zona merah atau daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Karena itu, protokol kesehatan harus tetap diterapkan pada berbagai kegiatan usaha. Hal itu diungkap Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Investasi dr Hj Letizia.

“Di masa pandemi harus mengutamakan protokol kesehatan. Palembang masuk zona merah kembali. Waspada terhadap Covid-19. Rata-rata satu orang  per hari meninggal dunia,” ungkap Letizia sembari menegur tamu yang duduknya berdekatan saat peluncuran Komunitas Pedagang dan Kuliner Nusantara (KPPKN), di OPI Mall Jakabaring, Selasa (15/12).

Menurut Letizia, pelaku usaha kuliner tidak harus terpuruk dengan keadaan akibat pandemi tersebut. “Tidak boleh terpuruk dengan kedaaan. Harus bangkit kembali. Tetap berusaha dan semangat. Semoga menjadi komunitas yang berpikir maju. Semoga bisa membangkitkan usaha yang terpuruk dan go national sebagai kuliner enak dan lezat,”ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPPKN Rohana Hasim mengatakan, sudah ada 450 orang  yang tergabung dalam komunitas tersebut. “Motivasi kami  mendirikan komunitas ini untuk membantu pedagang yang tidak tahu cara mengurus perizinan dan bantuan – bantuan dari pemerintah. Tidak sampai di situ saja, kami juga melakukan pelatihan-pelatihan,” ungkapnya.

Mengenai target, lanjut dia, setiap kabupaten ada komunitas (KPPKN). Selama ini, tambah dia, makan-makanan khas daerah banyak tidak diketahui masyarakat umum. “Setelah melakukan  pameran seperti ini, mudah-mudahan banyak yang tahu. Bukan hanya pedagang, syarat masuk, tapi pencinta kuliner juga,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang  Iqbal Rudianto mengatakan, sangat baik dan bagus KPPKN dan IPEMI merupakan organisasi yang ada di Palembang. Walaupun organisasi baru tapi sudah melakukan inovasi.  “Harapan saya terus maju dan berkembang. Jenis banyak, rasa enak. Kami dari kesenian sangat mendukung dan support.  Ke depan kami melakukan kerja sama,” imbuh Iqbal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, event akhir tahun banyak yang ditiadakan. Dikatakannya, Dinas Pariwisata Kota Palembang justru mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. “Kondisi Kota Palembang sudah zona merah kembali. Pihak swasta agar tidak mengadakan acara. Cukup di rumah saja,” imbau Isnaini saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjut Isnaini, biasanya pada akhir tahun puncak acara Dinas Pariwisata. Dari segi kuliner dan festival, kata dia,  pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Pagaralam, Ogan Ilir, Lahat dan Bangka Barat.  “Untuk   Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbesar adalah hotel dan restoran. Sekarang menurun drastis dan target pasti tidak tercapai,” keluhnya.

Menurut dia, kondisi ini tentu saja berpengaruh pada ekonomi yang lagi tidak normal. Meski demikian, pengujung hotel sudah mulai menggeliat di angka 50 -60 Persen. “Kalau sebelumnya saat PSBB, terjun bebas, di angka 10-12,” kata dia.

Isnaini menambahkan, pada 2021 pihaknya akan melakukan kegiatan yang menjadi agenda tahunan. “Kami mengharapkan pihak lain untuk besinergi. Mulai  dari mal, hotel,” ungkapnya.

Dikatakan Isnaini, program tahun mendatang masih melihat situasi dan kondisi. “Orang masih takut seandainya membuat event. Belum lagi protokol kesehatan. Tidak boleh mengadakan keramaian. Yang paling terpuruk itu pariwisata. Ini identik dengan keramaian berkumpul  di luar rumah,” ujarnya.

Dirinya berharap pademi  segera berakhir. “Kami arahkan tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga Palembang menjadi zona hijau. Dengan demikian,  turis mau kembali berwisata ke Kota Palembang,” tegasnya.(rgs)