- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Inovasi Pengolahan Batang Sawit Jadi Briket
SEKAYU, SIMBUR– Terobosan dan inovasi yang mengusung konsep sustanaible (berkelanjutan) seakan tak pernah habis muncul dari gagasan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP. Diketahui, kalau dalam waktu dekat Pemkab Muba akan mengolah Nira Sawit menjadi brown sugar (gula merah, kali ini Muba bakal menggarap pengolahan limbah kelapa sawit yakni berupa batang kelapa sawit sisa replanting (peremajaan) menjadi briket yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar.
Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP meninjau langsung lokasi Teknologi Mesin Pengolahan Limbah Kelapa Sawit PT Fenomerad Abadi, Sabtu (24/10) di Bandung-Jawa Barat. “Jadi, pengolahan limbah batang kelapa sawit sisa replanting di Muba nantinya akan diolah menjadi briket yang digunakan untuk bahan bakar. Dalam waktu dekat ini juga kami akan realisasi pengolahan nira sawit menjadi brown sugar atau gula merah,” ungkap Beni Hernedi.
Beni merinci, ada banyak batang sawit sisa replanting yang selama ini hanya menjadi limbah saja. “Nah, dengan inovasi pengolahan nantinya tentu akan bermanfaat dan berguna bisa digunakan untuk memasak dan kebutuhan lainnya,” urainya.
Lanjutnya, selama ini limbah batang kelapa sawit dibiarkan begitu saja dan juga mengasilkan cost yang sangat besar bagi petani untuk mencacah-nya. “Solusinya kami realisasikan dengan inovasi pengolahan nira sawit menjadi brown sugar dan juga biomassa energi bahan bakar sama fungsinya dengan arang atau briket,” bebernya.
Dikatakan Beni, terkait isu lingkungan bahwa kaitan ini dapat menekan emisi gas rumah kaca. “Ini juga semangat mendukung emisi gas rumah kaca dan gerak cepat mengimbangi program replanting yang berjalan terus,” ulasnya.
Beni menambahkan, inovasi pengolahan limbah batang sawit ini juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan upaya pemulihan ekonomi dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Fenomerad Abadi HM Trianda Ihram SIKom menuturkan, pihaknya menyambut baik rencana Pemkab Muba untuk bekerjasama dalam realisasi inovasi pengolahan batang kelapa sawit sisa replanting menjadi briket. “Kalau selama ini kami melakukan sampah rumah tangga menjadi briket. Melihat limbah batang sawit ini tentu sangat potensial diolah menjadi briket untuk bahan bakar,” terangnya.
Ia berharap, nantinya bisa bersinergi dengan Pemkab Muba dalam realisasi inovasi tersebut. “Semoga bisa sinergi dengan baik, dan berkontribusi untuk masyarakat Muba,” tandasnya.
Dalam kesempatan meninjau langsung lokasi Teknologi Mesin Pengolahan Limbah Kelapa Sawit PT Fenomerad Abadi Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP turut didampingi Kabag Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, Kadin Perkebunan Muba diwakili Kabid Produksi Bahrum Rangkuti SSTP MSi dan Kadin Kominfo diwakili Kasi Tata Kelola Komunikasi Publik Kominfo Welly Henderzon SE MSi.(red/rel)



