- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Pipa Kosong Hampir 15 Jam, Pengaliran Air Bersih dalam Proses Penormalan
PALEMBANG, SIMBUR – Setelah mengalami penyetopan pada 2 September 2020, warga Kota Palembang diharapkan dapat bersabar untuk kembali menikmati layanan air bersih. Hal itu dikarenakan pengaliran air masih dalam proses penormalan setelah dilakukan perbaikan koneksi kabel power panel MDP di intake dan IPA Karanganyar.
“Kemarin (penyetopan air). Mudah-mudahan (air sudah kembali mengalir) masih dalam proses penormalan karena ada perbaikan total,” ungkap Direktur Operasional PDAM Tirta Musi, Cik Mit, dikonfirmasi Simbur, Kamis (3/9).
Menurut Cik Mit, perbaikan dilakukan karena mengganti MCCB 1.000 Ampere di Intake Karanganyar yang sudah berusia 20 tahun. Akibatnya, pipa PDAM Tirta Musi sempat mengalami kekosongan selama hampir 15 jam. Dijelaskannya pula, di Sumsel baru PDAM Tirta Musi Palembang yang menggunakan MCCB 1.000 Ampere.
“Proses, pipa kami kosong hampir 15 jam-an. Ganti MCCB 1.000 ampere karena sudah 20 tahunan. Untuk di Sumsel, baru Palembang yang pakai MCCB 1.000 ampere,” jelasnya.
Cik Mit menambahkan, proses pengaliran air itu berbeda di setiap wilayah. Dikatakannya, kalau di daerah pangkal biasanya lebih cepat dibandingkan daerah yang masuk ke dalam. “Misalnya di Sukarami seharusnya normal 10 jam meleset jadi 13 jam. Karena berbarengan. Kalau di pangkal (Sukarami) itu cepat. Kalau masuk ke Talang Jambe itu agak lama. Nanti kami pantau di lapangan,” tandasnya.(kbs)



