- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gunung Sinabung Erupsi dengan Tinggi Kolom 2.000 Meter dari Puncak, Abu Vulkanik Hujani Tiga Kecamatan
JAKARTA, SIMBUR – Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi, Sabtu (8/8) dini hari, sekitar pukul 01.58 WIB. Gunung api dengan ketinggian 2.460 m di atas permukaan laut itu mengeluarkan abu vulkanik yang menghujani tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Raditya Jati, kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membenarkan terjadinya erupsi Gunung Sinabung. Menurut dia, tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter di atas puncak. “Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Berastagi, Dolat Rakyat dan Merdeka,” ungkap Raditya, Sabtu (8/8).
Raditya menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo melaporkan tidak ada korban saat proses evakuasi warga. Dikatakannya, BPBD setempat juga menginformasikan saat terjadi erupsi, cuaca gerimis sehingga abu tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, BPBD melakukan penyemprotan abu vulkanik di jalan raya sekitar Berastagi.
“Pantauan saat erupsi, arah angin menuju ke arah timur. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 8 Agustus 2020, gempa terekam satu kali yakni gempa letusan dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 1 jam 44 detik,” ungkapnya.
Masih dari pantauan dari PVMBG pada hari sebelumnya, kata Raditya, jumlah dan jenis gempa yang terekam pada 1 Juli hingga 7 Agustus 2020, sekitar pukul 24.00 WIB, didominasi gempa hembusan, tektonik lokal dan gempa tektonik jauh. “Gunung Sinabung berstatus level III atau ‘Siaga’ sejak 20 Mei 2019. Gunung yang dikenal tidak aktif ini mengalami erupsi sejak 2010 lalu,” terangnya.
Mengutip laman PVMBG, lanjut dia, erupsi yang terjadi bersifat freatik dan tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. “Ini menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan,” jelasnya.
Erupsi yang terjadi pada 8 Agustus 2020 lebih diakibatkan oleh “overpressure” dan aktivitas permukaan. Di sisi lain, erupsi hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.
PVMBG menginformasikan bahwa sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung bisa berpotensi erupsi eksplosif dan diikuti dengan adanya awan panas letusa. PVMBG merekomendasikan pada status level III ini bahwa masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Di samping itu, radius sektoral 5 km di wilayah sektor selatan-timur dan 4 km sektor timur-utara. (red)



