- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sempat Tertunda akibat Covid-19, Peringatan HPN Sumsel Digelar di Griya Agung
PALEMBANG, SIMBUR – Dialog Pers Nasional Bersama Gubernur dengan tema “Pers dan Pemda Membangkitkan Semangat Rakyat di Tengah Bencana” berlangsung di Griya Agung Kamis (6/8). Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar mengatakan, acara ini mestinya digelar di Lubuk Linggau pada acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan pekan olahraga wartawan daerah (Porwada). Dialog ini, kata Firdaus, merupakan rangkaian HPN yang tertunda akibat Covid. Mengenai topik yang diangkat kali ini dikarenakan rakyat butuh support dari teman wartawan, stakeholder dan pengambil kebijakan dalam menghadapi Covid.
“Bagaimanapun dalam menghadapi Covid ini ibaratnya satu bangunan. Punya fungsi berbeda tapi tujuan yang sama. Di pers sendiri tentu akan memperkuat soliditas pers di daerah dalam melaksanakan peran fungsi dan tanggung jawab,” ujarnya.
PWI Sumsel juga memberi award kepada Gubernur. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari didampingi Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar. Dikatakan Firdaus, pemberian PWI Award 2020 ini sangat objektif karena PWI menilai Gubernur Herman Deru memang punya kepedulian yang besar terhadap perkembangan pers Sumsel.
Perhatiannya tidak terbatas pada pemberian sarana pendukung operasional PWI saja tapi juga dinilai berhasil menempatkan insan pers secara profesional dan proporsional. “Saat pandemi seperti ini perhatian Gubernur juga besar sekali. Gubernur tetap memberikan perhatian dan kemudahan kerjasama dengan insan pers,” jelasnya.
Dikatakan Firdaus Komar, penghargaan ini semula hendak diberikan pada puncak peringatan HPN dan Pekan Olaraga Wartawan Daerah (Porwada) di Lubuk Linggau April lalu. “Karena Covid semua tertunda. Dan Alhamdulillah berkat support Gubernur pula acaranya dialihkan ke sini,” tutupnya.
Sementara,.Gubernur Sumsel H Herman Deru mengakui kegiatan itu sangat menarik. Gubernur mengajak PWI selalu bersinergi agar mampu membawa masyarakat bangkit dari hantaman pandemi.
“Sesuai penyampaian awal saya tadi, ada dua fungsi. Pemprov punya regulasi dan punya metode solusi. Wartawan juga punya tugas sebagai lembaga informatif dan edukatif. Sinergi ini dibutuhkan agar regulasi penanganan Covid oleh Pemprov disajikan secara utuh dan akurat oleh media agar tidak salah penafsiran,” jelas Gubernur.
Gubernur berharap media dalam menyajikan informasi kepada masyarakat tidak membentuk opini sendiri melainkan menyajikan fakta dan data akurat. Tentunya dengan menghadirkan narasumber sesuai bidang. Misalnya untuk kesehatan yakni dokter khusus atau soal dampak ekonomi ke pakar ekonomi.
“Seperti soal protokol kesehatan. Itu kami lakukan bukan untuk membatasi tapi mencegah penyebaran namun tetap bisa beraktivitas dan produktif. Nah, informasi ini harus jelas di masyarakat,” ujar Gubernur.
Lebih jauh dikatakannya, informasi mengenai bahaya virus Covid ini juga mesti diimbangi dengan solusi pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah. Karena itu, saat menginformasikan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif juga mesti disertai pengendalian yang dilakukan, termasuk penambahan jumlah pasien sembuh.
“Kalau ngomong soal Covid ini harus imbang dengan jumlah yang sembuh. Karena ini berdampak pada masyarakat. Kami khawatir masyarakat menjadi psikomatis gara-gara ini,” imbuhnya.
Di sinilah peran media sangat dibutuhkan. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan namun ekonomi tidak begitu hancur. “Makanya saya bersyukur sekali ada pertemuan ini. Karena sosialisasi apa pun dari pemerintah jika tidak disampaikan kepada masyarakat akan jadi sia-sia,” jelasnya.
Gubernur berharap ke depan PWI terus menjaga marwahnya dengan menjunjung kode etik jurnalistik dalam penyajian berita. PWI terus menjadi organisasi terpercaya bagi masyarakat. “Saya yakin salah satu yang membuat PWI bertahan sampai saat ini adalah karena kepercayaan dari masyarakat,” imbuhnya.(kbs/rel)



