- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bertambah 146, Kasus Sembuh dari Covid-19 Klaster Secapa TNI-AD Jadi 618 Orang
# Kasus Positif Tinggal 690 Orang, Hanya 12 Pasien Masih Dirawat di Rumah Sakit
PALEMBANG, SIMBUR – Jumlah pasien positif Covid-19 di lingkungan Secapa TNI AD tinggal 690 orang. Dari total 1.308 orang, per tanggal 23 Juli 2020 sudah berkurang 618 pasien sembuh sehingga menjadi 690 orang yang positif. Hal itu diungkap Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus.
“Dari 690 pasien positif Covid-19 di Secapa AD tersebut, 12 masih dirawat di RS TNI AD Dustira, Bandung, sedangkan 678 lain-nya berada di Secapa AD (isolasi) tanpa keluhan apapun,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (23/7).
Untuk Uji Klinis Anti Covid 19, lanjut dia, dilakukan oleh Tim Universitas Airlangga, BIN, TNI AD. “Proses awal donor plasma convalesence di Secapa dan Pusdik Pom masih terus berlangsung,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa menyebutkan semakin bertambahnya pasien Covid-19 yang sembuh membuktikan bahwa penanganan pasien Covid-19 di kluster Secapa AD terus memperlihatkan kabar menggembirakan. Menurut Kasad, dalam mendukung penanganan Covid-19, pihaknya sudah menjalin kerja sama terkait penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Unair terkait obat Covid-19.
Pada Kamis (16/7) lalu, laboratorium PCR kedua mulai dioperasikan yakni di RS TNI AD Sariningsih, Bandung. Tujuanya untuk mempercepat pelayanan pemeriksaan spesimen hasil tes usap di Bandung dan sekitarnya, setelah pengoperasian laboratorium PCR di RSPAD Gatot Soebroto. Pengoperasian tersebut sebagai bagian dari pengadaan 68 laboratorium PCR untuk 68 RS TNI AD di seluruh Indonesia, hal itu sebagai dukungan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
“Segala upaya yang dilakukan TNI AD baik dalam pengadaan alat kesehatan tenaga medis hingga kerja sama dengan rumah sakit lain, demi menekan penyebaran virus COVID-19 saat ini dalam menjalani era normal baru,” ungkap Kasad.
Selain itu, Kasad juga telah meminta Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Kapuskes AD) Brigjen TNI Asrofi Sueb Surachman mempercepat koordinasi pelaksanaan uji klinis kombinasi obat Covid-19 dengan seluruh Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Darat.(kbs)



