- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kantor Berita Simbur Ciptakan Peluang Kerja pada Masa Pandemi Covid-19
PALEMBANG, SIMBUR – Puluhan pelamar mengikuti rekrutmen calon karyawan dan wartawan Simbur. Mereka menjalani seleksi ketat. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti rangkaian tes tertulis, di Kantor Berita Simbur, Rabu (15/7).
Koriah SAg, koordinator panitia rekrutmen Simbur mengatakan, peluang kerja dibuka selama dua pekan dan berakhir pada 10 Juli 2020. Adapun formasi yang dibuka untuk menempati posisi wartawan, marketing, dan desainer.
“Meskipun pada masa pandemi Covid-19, kami tetap menciptakan peluang kerja dengan merekrut calon karyawan dan wartawan. Pelamar wartawan paling banyak dan mendominasi pada rekrutmen kali ini,” ungkapnya, seraya menambahkan, pelamar berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan. “Ada juga dari luar Sumsel,” terangnya.
Sementara, Julian, salah seorang peserta tes calon wartawan mengatakan, dirinya termotivasi mengikuti rekrutmen Simbur untuk mengembangkan teori jurnalistik yang dipelajarinya selama kuliah jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang. “Selama kuliah saya mempelajari teori jurnalistik, bagaimana cara membuat berita dengan pola 5W+1H, bagaimana menulis berita dengan pola piramida terbalik,” ungkapnya.
Menurut Julian, ada dua faktor yang memotivasinya ikut seleksi Simbur. Terutama agar dirinya kembali memahami teori serta dapat terjun langsung ke lapangan. Julian mengaku, tamat kuliah jurnalistik, dia langsung bekerja sebagai pelayan restoran siap saji di Palembang. Setelah tidak lagi bekerja, barulah dia mengikuti seleksi calon wartawan.
“Motivasi melamar kerja sebagai wartawan, saya bisa mengimplementasikan teori yang saya pelajari di bangku kuliah. Itu yang pertama. Terus yang kedua, saya bisa mengembangkan lagi ilmu komunikasi. Sejak duduk di bangku kuliah saya hanya paham secara teori tapi praktiknya di lapangan belum tahu,” terangnya.
Peserta tes lainnya, Taufik Ramadan mengatakan, dia mengikuti seleksi desainer untuk mengembangkan ilmu yang dipelajarinya di lembaga kursus satu tahun. “Saya ingin mencari pengalaman. Selama ini saya belajar di kursus bidang desain grafis. Saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Diketahui, pada 2014-2020, proses perjalanan Simbur tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selama itu pula, lebih dari 3.500 berkas lamaran yang masuk. Puluhan calon karyawan tetap pernah direkrut dan bergabung. Semua diefisiensikan berdasar hasil penilaian kerja. Belasan mahasiswa program studi jurnalistik pun pernah magang. Hingga Simbur pun harus merasakan dampak pademi. Simbur lebih selektif dalam mengambil langkah untuk bertahan serta keluar dari krisis dan maju bersama.(kbs)



