- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Cinta Tak Direstui, Pelajar Niat Bunuh Diri dari Tower
BATURAJA, SIMBUR – Lantaran asmara bersama sang kekasih tak mendapatkan restu dari orang tua, sebut saja Kumbang, warga RT 1 RW 7 Karang Sari Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur berniat bunuh diri. Pelajar kelas 12 di salah satu SMA di kota Baturaja itu nekat memanjat salah satu tower provider yang berada tak jauh dari rumahnya, Selasa (7/1).
Menurut keterangan salah satu bibi korban. Aksi nekat yang dilakukan pemuda putus cinta cinta itu disebabkan hubungan asmara dengan sang kekasih yang diketahui juga masih duduk di kelas 12 SMA tidak mendapatkan restu. Karena itu, korban merasa frustrasi dan nekat melakukan aksi tersebut.
“Memang sudah beberapa hari ini dia sudah merasa tertekan. Sempat ketemu saya sambil menangis, mengungkapkan bahwa hubungan cinta dengan pacarnya tidak direstui oleh ibunya,” tutur sang bibi korban yang meminta namanya tak disebutkan.
Diceritakan, aksi nekat yang dilakukan oleh keponakannya tersebut sengat mengejutkan keluarga. Terutama ibu korban yang tidak menyangka anaknya akan berbuat senekat itu.
“Kami tidak menyangka kalau dia sampai senekat ini. Dia merupakan sosok anak yang terbilang rajin beribadah dan penurut. Sangat tidak menduga kalau dia sampai sejauh ini bertindak lantaran dilarang berpacaran dengan pacarnya. Karena ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan lantaran dia masih sekolah,” terangnya.
Diketahui, aksi nekat yang dilakukan terjadi sekitar pukul 12.00 wib. Kumbang memanjat tower provider yang berada persis tak jauh dari rumahnya. Sontak saja kejadian ini mengundang masyarakat untuk menyaksikan kejadian tersebut. Akibat aksi nekat itu, kondisi Jl A Yani sempat terjadi kemacetan panjang lantaran banyaknya masyarakat yang menonton.
Pemerintah Kabupaten OKU melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibantu oleh unsur terkait seperti PBK, kepolisian dan TNI bertindak cepat berupaya melakukan penyelamatan. Meski awalnya sempat dilakukan pembujukan oleh petugas kepada sang pemuda yang tengah galau itu mengalami kegagalan. Itu karena korban semakin nekat memanjat ujung tiang tower dan berniat akan meloncat. Bujukan dari petugas dan keluarga tidak dihiraukan.
Guna mencegah terjadinya hal yagn tidak diinginkan, salah satu petugas dari BPBD OKU, Aslin Amardan bersama beberapa rekannya bertindak cepat memanjat tower untuk melakukan penyelamatan.
Berkat kepiawaiannya, Aslin berhasil mendekati sang pemuda yang berada di puncak tower yang mampu membujuk dan mendekat. Pemuda putus cinta itu berhasil diamankan dan diikatkan dengan tali pengaman.
Keberhasilan Aslin Amarda menyelamatkan pemuda nekat itu sempat mendapat perlawan. Awalnya sang pemuda itu menolak pertolongan bahkan sempat menyerang tim penolong dengan melayangkan beberapa pukulan ke arah Aslin.
Berkat aksi sigap dari tim penyelamat, sang pemuda itu berhasil di amankan dan langsung diberikan alat penyelamatan agar tidak terjatuh dari atas tower. “Awalnya dia sempat menolak bujukan saya. Dirinya sempat melawan. Namun saya tidak habis akal dan terus membujuknya agar mau menuruti kami untuk turun ke bawah,” tutur Aslin.
Lebih lanjut diceritakan Aslin Amardan. Dirinya berupaya keras membujuk sang pemuda nekat itu untuk mau mengikuti perintahnya turun ke bawah. “Saya memberikan motivasi kepadanya bahwa masih banyak orang sayang kepadanya. Tidak ada gunanya melakukan aksi bunuh diri seperti itu. Terlebih dirinya masih muda dan harapan keluarga masih panjang. Alhamdulillah dirinya mau menuruti perintah saya,” pungkas Aslin. (rbt)



