- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jadi Kebanggaan, 141 Prajurit Ikuti Pembaretan di Bukit Serelo
LAHAT, SIMBUR – Satuan Yonif 141/AYJP memiliki tradisi dan karakteristik tersendiri dalam berbagai hal yang berbeda dengan satuan asalnya. Tradisi pembaretan dan pemasangan Brevet Infanteri tetaplah sakral bagi seorang prajurit Yonif 141/AYJP. Giat pembaretan dilakukan di Bukit Serelo Kabupaten Lahat, Senin (30/12) siang.
Komandan Yonif 141/AYJP Letkol Inf Aswin Suladi SE MAK mengatakan, kegiatan tradisi pembaretan satuan ini merupakan tradisi di Yonif 141/AYJP. Kegiatan ini dilaksanakan sekali dalam setahun, khusus bagi prajurit yang baru masuk Satuan Yonif 141/AYJP. “Tahun ini yang mengikuti ada 141 personel dan dipusatkan di Bukit Serelo Kabupaten Lahat, karena lokasinya sangat ideal,” ujar Aswin.
Lebih lanjut, Danyonif 141/AYJP mengatakan, tradisi pembaretan ini bertujuan untuk memberi rasa kebanggaan terhadap para pendahulu prajurit Yonif 141/AYJP yang telah berjuang demi nama baik Yonif 141/AYJP. “Selain itu tradisi pembaretan atau pengukuhan sebagai prajurit Yonif 141/AYJP adalah bentuk rasa cinta terhadap jati diri Yonif 141/AYJP yang merupakan satuan pemukul Korem 044/Gapo,” pungkasnya.
Pembaretan bagian dari sisi keprajuritan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Semua itu dimaksudkan agar para prajurit baru dapat memahami betapa berharga dan sucinya pengabdian kepada Ibu Pertiwi yang seringkali berujung kepada nyawa yang menjadi taruhannya. Walaupun para prajurit Yonif 141/AYJP telah mendapat baret di kecabangan Infanteri, namun apabila prajurit tersebut masuk ke Yonif 141/AYJP, maka tradisi pembaretan dan pemasangan Brevet Infanteri tetaplah sakral bagi seorang prajurit.
Sebelum melaksanakan tradisi, seluruh prajurit melaksanakan jalan kaki lebih dari 5 km menuju kaki Bukit Serelo dengan perlengkapan perorangan ransel seberat 5,5 Kg, helm tempur serta perlengkapan lainnya yang berada di pinggang. Setibanya di kaki Bukit Serelo para prajurit melakukan pendakian menuju atas Bukit Serelo dan dilanjutkan pelaksanaan upacara tradisi pembaretan.(red/rel)



