- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Gagas Bentuk Yayasan untuk Hari Tua Wartawan
PALEMBANG, SIMBUR – Wartawan angkatan tahun 1970, 1980, 1990 dan 2000-an menggelar temu kangen. Reuni Akbar Wartawan 789 itu berlangsung di Griya Agung Palembang, Kamis (21/11). Pada momen tersebut Ketua Panitia Pelaksana Iklim Cahya mengatakan acara reuni ini dirancang beberapa bulan sebelumnya yang dimaksudkan sebagai ajang temu kengen para wartawan angkatan tahun 1970, 1980, 1990 dan 2000-an.
“Reuni melepas rindu antara kawan-kawan yang sudah lama tidak berjumpa. Alhamdulillah dapat bertemu secara langsung di tempat ini,” ungkapnya.
Selain temu kangen pada Reuni Akbar juga me-launching buku yang diberjudul Wartawan Hebat Sumsel 789. Pada kesempatan ini dia berkeinginan mengajak seluruh kawan-kawan wartawan untuk ada semacam yayasan sosial.
“Jadi dengan adanya yayasan tersebut bisa membantu wartawan apalagi wartawan senior yang mungkin sakit dapat ke yayasan tersebut. Momentum inilah untuk menyatukan persepsi dan gagasan untuk membentuk suatu yayasan yang bermanfaat bagi wartawan itu,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. H. Mawardi Yahya mengharapkan peran dan kontribusi para wartawan dapat mendukung suksesnya proses pembangunan di Sumsel. Hal itu dikatakannya saat silaturahmi Akbar Wartawan Sumsel 789 di Griya Agung Palembang, Kamis (21/11).
“Provinsi Sumsel milik semua. Ini tugas kita bahkan termasuk para wartawan. Oleh karena itu, kami membuka pintu seluas-luasnya bagi wartawan untuk ikut berpatisipasi dalam mendukung pembangunan sesuai tugas dan fungsi masing- masing,” ucapnya.
Dia juga menyebutkan Peran wartawan penting dalam mendukung turunnya angka kemiskinan di Provinsi Sumsel.
“Sumsel sekarang dari 34 provinsi yang masuk 11 besar angka kemiskinan tertinggi di seluruh Indonesia. Hal itu tidak sebanding lurus dengan adanya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Sumsel. Oleh karena itu tugas kita semua maka kami meminta dukungan para wartawan,” tutupnya.
Sementara, mantan Gubernur Sumsel Periode 1998–2003, Rosihan Arsyad menyambut baik digelarnya Reuni Akbar Wartawan. Dia menyebutkan pengalaman dengan wartawan begitu banyak sekali pada saat dirinya menjadi Gubernur Sumsel pada zamannya. “Saya hadir langsung pada reuni ini ingin bertemu dan bertatap muka dimana para wartawan yang pernah meliput di kantor Gubernur. Saat itu bahkan hubungan saya bersama wartawan sangat positif. Saya harap Reuni ini bukan hanya sampai disini saja tapi untuk terus merekat,” harapnya. (kbs)



