- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tumpas Pemberontak, Ratusan Penduduk Diungsikan
BATURAJA, SIMBUR – Prajurit TNI dari Kodim 0403/OKU melakukan pengungsian terhadap ratusan warga penduduk Dusun Tegal Arum Kelurahan Sepancar Lawang Kulon Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Penduduk dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat pertempuran antara TNI dengan pasukan pemberontak. Ratusan warga diangkut menggunakan truk milik TNI menuju lapangan Bukit Napo. Namun masih ada beberapa warga yang masih enggan diungsikan karena tidak mau meninggalkan rumah dan harta benda yang masih tertinggal.
Itulah gambaran situasi pada latihan tempur personel Kodim 0403/OKU yang tergabung dalam Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) Latihan Antar Kecabangan (Lat Ancab) Brigif 17/I/Kostrad tahun 2019. Latihan dengan melaksanakan pengungsian penduduk Dusun Tegal Arum ke Bukit Napo dalam skenario Lat Ancab tersebut.
Komandan Kodim 0403/OKU Letkol Arm Agung Widodo SSos selaku Dansatgaster mengungkapkan, dalam latihan kecabangan tersebut semuanya dilakukan dan dibuat layaknya pertempuran sebenarnya. Mulai dari menyusun strategi peperangan kemudian kontak senjata, hingga pengungsian penduduk wilayah pertempuran juga dilakukan sebagai bagian dari Latihan Antar Kecabangan TNI AD tahun 2019.
“Tadi pagi kami melaksanakan latihan dimana kami gambarkan situasi yang semakin darurat hingga akhirnya warga diungsikan ke tempat yang lebih aman menggunakan truk milik TNI. Hal ini dilakukan layaknya terjadi peperangan sesungguhnya,” kata Dandim 0403/OKU.
Dalam pelaksanaannya juga digambarkan jika masih banyak penduduk yang tidak ingin mengungsi karena tak mau meninggalkan barang-barang berharga mereka sehingga dicarikan tempat lain dan di pisah antara warga yang pro (mau mengungsi, red) yang diungsikan di lapangan Bukit Napo dan warga yang kontra (tak mau mengungsi) dipindahkan ke Tebat Sari.
“Yang mengungsi di Bukit Napo kemudian dipisah lagi antara perempuan dan laki-laki dan perempuan kemudian terdapat dapur umum, MCK, tenda pengungsian, logistik dan kesehatan. Jadi dalam situasi ini masyarakat disiapkan tempat tidur, makan dan sebagainya layaknya pengungsian sebenarnya selama situasi wilayah tidak aman atau hingga situasi kembali kondusif dan normal,” jelas Letkol Agung.
Selain melibatkan masyarakat, dalam Latihan Ancab ini TNI juga mengajak pelajar SLTA, selain mengajarkan cara menghadapi pertempuran, para pelajar dan masyarakat tersebut juga mendapatkan penyuluhan hukum. “Kami juga libatkan pelajar dalam latihan tersebut agar mereka belajar, dan juga kita berikan penyuluhan hukum. Latihan Antar Kecabangan ini sudah mulai digelar awal Agustus ini dan puncaknya latihan pada pertengahan bulan Agustus ini juga,” pungkasnya.(kbs)



