- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Transformasi Layanan Berbasis Iklusi Sosial, Enam Perpustakaan Desa Jadi Percontohan
SEKAYU, SIMBUR – Literasi mempunyai peranan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan perpustakaan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat. Literasi merupakan hak dan memberikan manfaat yang nyata melalui pendidikan sekolah maupun program literasi untuk orang dewasa.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pemkab Muba, Afriady SSos MSi mengatakan, literasi untuk orang dewasa untuk menghasilkan manfaat khususnya membangun kepercayaan diri dan pemberdayaan. “Perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat menyediakan informasi dan fasilitas belajar yang berperan penting mendorong literasi masyarakat sehingga mendorong perubahan kualitas hidup menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dalam peraturan perundangan, lanjut dia, secara tegas dijelaskan bahwa masyarakat memiliki hak dalam memperoleh layanan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan. Hal ini menurutnya juga berlaku untuk masyarakat disabilitas,dengan keterbatasan fisik maupun sosial serta masyarakat yang terisolasi .
“Latar belakang inilah membuat Perpustakaan Nasional sebagai pembina semua jenis perpustakaan dengan dukungan Bappenas berinisiatif untuk melakukan program,” tambahnya.
Masih kata dia, program ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat.
“Paradigma perpustakaan harus dirubah, dari yang semula dianggap sebagai gudang buku, kini bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi,” terangnya.
Perpustakaan harus memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya. “Perpustakaan selain sumber bacaan untuk mengggali informasi dan pengetahuan juga wajib memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Program nasional ini sangat bermanfaat yang pembiayaan dianggarkan melalui dana alokasi khusus tahun 2019.
Peluang ini ditangkap Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin untuk pengembangan perpustakaan desa di Kabupaten Musi Banyuasin.(kang)



