- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Lomba Bidar Kurang Sosialisasi, Kadispar: Dana Publikasi Ada di Humas
PALEMBANG, SIMBUR – Wali Kota Harnojoyo mengatakan, minimnya animo masyarakat menyaksikan lomba bidar dalam rangka HUT ke-1336 Kota Palembang disebabkan kurangnya sosialisasi, promosi, dan publikasi. Pernyataan itu ditanggapi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Palembang, Ir H Isnaini Madani.
Menurut Isnaini, kurangnya sosialisasi dan promosi event tersebut menyangkut pendanaan untuk publikasi. Sementara, lanjut dia, dana publikasi organisasi perangkat daerah (OPD) dikelola Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
“Iya (dana publikasi dinas) di Humas Setda Kota (Palembang). Saya yakin dari Humas juga sudah ‘maksimal’. Dispar juga ada instagram dengan pengikut yang banyak. Bahkan (instagram) humas lebih banyak lagi (pengikut),” ungkapnya kepada Simbur, Selasa (18/6).
Dijelaskannya, memang ke depan Dinas Pariwisata Kota Palembang akan melibatkan seluruh kabupaten/kota ikut lomba bidar. “Kalau seluruhnya ikut termasuk luar Sumsel, saya yakin akan viral se-Nusantara,” keluhnya.
Masih kata Isnaini, meski terkesan kurang puas dengan publikasi lomba bidar, pihaknya sudah melakukan upaya sosialisasi event kepada masyarakat kota Palembang. Meski demikian, Wali Kota (Wako) Palembang sendiri yang mengakui kurangnya sosialisasi.
“Kalau sosialisasi itu sudah kami lakukan. Tinggal nanti ke depan kami akan mengundang seluruh bupati dan wali kota se-Sumsel untuk bisa ikut dan meramaikan lomba bidar. Kalau soal sosialisasi itu nanti, Wako kan minta bisa diperluas bukan hanya milik masyarakat Palembang saja tetapi milik Sumsel bahkan Nusantara,” ujarnya.
Selain itu, Isnaini juga menyayangkan tidak masuknya lomba Bidar dalam kalender event nasional, bahkan kalah pamor dengan event Dragonboat yang notabene menurutnya bukan jati diri masyarakat Palembang.
“Kenapa Dragonboat (didukung) yang bukan jati diri masyarakat Palembang. Dragonboat itukan perahu naga. Itukan (budaya) Cina. Kenapa tidak bidar yang sudah jadi jati diri Palembang diviralkan dan sepakat untuk didukung dan koordinasi bersama. Itu memang khas Palembang dan sudah ada. Kenapa bukan bidar yang dihidupkan dan didukung bersama untuk jadi event nasional,” tegasnya.
Pihaknya sudah minta ke Kemenpar supaya bidar bisa menjadi event nasional, seperti Festival Sriwijaya yang dibantu pusat, dan dragonboat yang sudah menjadi event nasional. Salah satu alasannya agar sektor pendanaan event bisa dibantu oleh Kemenpar. “Itu sudah sudah diminta bahkan sudah ada surat dari Wako ke Menpar supaya bidar bisa dijadikan event nasional dan didukung secara pendanaan oleh Kemenpar,” katanya.
Terlepas keinginan mendapatkan bantuan publikasi dari Kemenpar, Isnaini juga memastikan jika publikasi event tentu akan dipromosikan oleh Pemkot Palembang sebagai tuan rumahnya. “Itu pasti. Masa orang lain mempromosikan sementara tuan rumah sendiri tidak,” tutupnya.
Diwartakan, kurangnya sosialisasi lomba bidar di Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (16/6) membuat Wali Kota (Wako) Palembang, Harnojoyo sedih dan kecewa. “Salah satunya (kurang sosialisasi). Makanya mohon dibantu saja. Mari promosikan dan sosialisasikan,” ujar Wako.(dfn)



