Bermain Microlending, Manjakan Pelanggan dengan Layanan Digital 4.0

PALEMBANG, SIMBUR – Senior Vice President  PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Eka Pebriansyah yang baru mengemban amanah kurang lebih dua bulan, langsung bergerak cepat untuk memajukan gerbong Pegadaian Kanwil III Palembang menjadi lebih baik. Selain mengundang pakar komunikasi dan motivator ternama Dr Aqua Dwipayana untuk mendongkrak kemampuan jajarannya dalam berkomunikasi, dirinya juga mencanangkan tiga poin penting yang akan di jadikan ujung tombak bisnis di tahun 2019. Hal itu sampaikan kepada Simbur secara eksklusif saat ditemui di Hotel Santika, Jumat (22/3).

“Untuk wilayah Sumbagsel, yang menjadi fokus kami di 2019 ada tiga hal. Pertama, kami banyak bermain di microlending (pembiayaan berbasis micro) atau berbasis fidusia. Karena itu untuk core business kami (yang) Kredit Cepat Aman (KCA) atau gadai, itu hampir semua masyarakat sudah tahu,” ungkapnya belum lama ini.

Bukan tanpa alasan microlending menjadi poin pertama dalam strategi bisnis Pegadaian Palembang tahun ini. Eka melihat peluang besar yang sangat mungkin dieksplorasi demi pengembangan perusahaan plat merah tersebut.

“Kami melihat ada peluang di micro yang basisnya karyawan maupun usaha kecil. Saat ini untuk pinjaman mereka (costumer) tidak perlu lagi menyertakan agunan kendaraan tetapi cukup dengan BPKB saja. Potensi itu kami pandang sangat menjanjikan di tahun 2019,” ujarnya optimis

Kedua, lanjut Eka, aplikasi yang berbasis digital menjadi jawaban untuk era milenial atau industri dan ekonomi digital 4.0. Dirinya meyakini jika aplikasi digital Pegadaian akan lebih memanjakan para nasabah yang selama ini terus setia bersama Pegadaian Palembang.

“Basis digital itu dimana nasabah yang ingin berinteraksi dengan Pegadaian tidak mesti lagi datang ke outlet, tetapi bisa melalui aplikasi Pengadaian Digital Service yang berbasis android. Dalam aplikasi itu nasabah yang ingin transaksi gadai dan transaksi lainnya, bisa melalui aplikasi itu,” jelasnya seraya menyilahkan masyarakat untuk mengunduh aplikasi tersebut di Playstore.

Untuk melebarkan sayap agar Pegadaian mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Eka memastikan jika front liner atau garda depan Pegadaian Palembang akan terus diperkuat dengan menambah agen resmi dan juga Business Process Outsourcing (BPO).

“Poin penting yang ketiga adalah Distribution Channel, dimana saat ini channel Pegadaian bukan hanya outlet saja, tetapi ada juga keagenan (agen) yang terdaftar (resmi) yang bisa memasarkan produk-produk Pegadaian. Selain agen, Kami juga memiliki Business Process Outsourcing (BPO),” ujarnya.

Semua hal itu tidak akan diraih maksimal jika tidak terbangun silaturahmi dan komunikasi yang baik dan intensif antar karyawan baik itu pemimpin maupun bawahan. Untuk itu, Eka berharap dengan kedatangannya yang terbilang belum lama, dirinya bisa diterima dengan baik oleh seluruh jajaran Pegadaian Palembang, sehingga bisa membawa gerbong Kanwil Pegadaian Palembang lebih maju ke depan.

“Harapannya tentu saja yang pertama saya bisa diterima dengan baik di Kanwil Palembang ini, kemudian saya juga bisa membawa gerbong Kanwil Palembang lebih maju ke depannya. Diharapkan juga dengan adanya kebersamaan dan komunikasi yang baik seperti sekarang ini. Semoga target-target yang diembankan bisa tercapai. Komunikasi korporasi, komunikasi individu, pelayanan yang baik kepada nasabah dan customer, itu akan menjadi satu poin penting untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun ini,” harapnya. (dfn)