- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Ribuan Santri Banjiri Griya Agung
PALEMBANG, SIMBUR – Ribuan santri tumpah ruah di Griya Agung, Rabu (31/10) malam. Kehadiran mereka tak lain untuk memperingati puncak Hari Santri Nasional di Sumatera Selatan.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku bangga karena ini menunjukan Sumsel kondusif dan religius.”Saya sangat berterima kasih kepada anak -anak yang telah menunjukan, memberikan ilmu kepada kami yang lebih tua, bahwa yang muda bisa bersatu dan berkumpul kenapa yang tua tidak. Agama selalu mengajarkan bahwa syiar tidak boleh mengandung unsur kebencian, tidak boleh membawa kebencian maka yang kita tebar malam ini rasa rindu dan cinta diantara sesama muslim,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru pada Peringatan Hari Santri 2018 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumsel, Rabu (31/10).
Sebagai Gubernur Sumsel, dirinya akan selalu bertekad untuk selalu dekat dengan ulama dan umat. “Kami akan segera menjadi insan yang maslahat, kita juga sepakat kita hindari segala kekerasan dan islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin,”katanya.
Dirinya juga mengucapkan selamat hari jadi santri. “Ini baru kali pertamanya Sumsel pada tingkat provinsi mengadakan perayaan hari santri. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh aparat keamanaan, para petugas lalu lintas, baik TNI/Polri, Satpol PP, Dishub yang telah mengamankan acara ini sehingga bejalan dengan lancar. Alhamdulillah sampai dengan selamat dan penuh kebahagiaan. Harapan saya pulang dari sini dengan selamat ditambah dengan penuh cerita baik dan kebahagiaan,”harapnya seraya berjanji setiap tahun akan diadakan hari santri dengan berbagai tahapan sehingga santri di Sumsel tidak kalah dengan santri-santri lainnya yang ada di penjuru Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Deni Priansyah mengucapkan terima kasih kepada Gubenur dan Wakil Gubernur Sumsel yang sudah memfasilitasi sehingga kegiatan peringatan hari santri dapat terselenggara. Dikatakannya melihat para santri berkumpul disini karena cinta kepada tanah air. Bukan hanya itu para santri hadir disini juga merupakan kecintaan dari Gubernur dan Wakil Gubernur kepada para santri di Sumsel.
Pada Peringatan Hari Santri 2018 dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Ketua Umum MU Prof KH Said Aqil Siradj, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Ketua PWNU Sumsel Heri Candra serta Para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel.(kbs)



