- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gubernur Ingin Warga Sumsel Sehat Tanpa Embel-embel Politik
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan dirinya akan membangun kesehatan yang menjadi hak warga Sumsel tanpa embel-embel politik. Pernyataan itu diungkapkannya saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Fakuktas Kedokteran Unsri ke-56, di Gedung Graha Sriwijaya, Kamis (4/10). “Hari ini tentu hari yang membanggakan dan membahagiakan semua. Dimana hari ini Fakultas Kedokteran Unsri berulang tahun yang ke-56, usia yang sangat matang,” katanya.
Selama ini kata mantan Bupati OKU Timur tersebut, karya nyata yang sudah dilakukan para Alumni Fakultas Kedokteran Unsri sudah terbukti bagi masyarakat. “Ke depan saya ingin bersama dengan para penggagas, para penggerak di bidang kesehatan ingin Sumsel ini jadi provinsi yang warganya sehat. Mereka memang mengerti arti pentingnya kesehatan,” ujarnya.
Maka itu, dirinya mengawali kerjanya sebagai pemimpin Sumsel mengajak para penggagas, penggerak untuk bisa berdiskusi dalam memecahkan masalah di bidang kesehatan tersebut. Hal ini beralasan karena menurutnya masih ada masalah kesehatan yang tersisa dan yang sedang viral yakni soal stunting.
Masalah stunting itu menurutnya bisa saja dipicu masalah ekonomi dan ketidaktahuan masyarakat akan masalah kesehatan. Di sinilah diperlukan peran pemerintah. Bagaimana dokter-dokter ini menjadi betah di lapangan. “Nanti saya akan ajak, rektor, dekan, para bupati/walikota untuk bersama-sama dengan para alumni Fakultas Kedokteran Unsri membangun kesehatan yang sebenarnya. Tanpa harus diembel-embeli maksud politik di dalamnya. Karena kesehatan dan pendidikan itu adalah hak masyarakat yang harus dilayani bersama,”tuturnya.
Dirinya berharap para Alumni Fakultas Kedokteran dapat berkonsentrasi menjalankan tugasnya melayani masyarakat baik itu di daratan, perairan maupun di pelosok dan perbatasan. “Kalaupun ada sesuatu yang membuat kurang betah disana ayo berdiskusi apa masalahnya, atau insentif yang kurang jelas atau insentif yang terhambat tapi tentu fasilitas-fasilitas yang memadai harus kami segera persiapkan untuk para Alumni fakultas Kedokteran di masa yang akan datang,” tutupnya.(red/rel)



