- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Tradisi Warga Bakar Bak Sampah dan Ban Bekas Kelabui PBK
PALEMBANG, SIMBURNEWS, – Kebakaran terjadi di belakang Palembang Indah Mall (PIM), Sabtu (7/4) siang. Peristiwa itu ternyata ulah oknum warga yang membakar tempat pembuangan (bak) sampah yang terdiri dari ban bekas. Sontak warga lainnya menjadi cemas. Aksi tersebut telah mengelabui Dinas Penanggulangan Bahaya Kebaran (PBK) yang sudah turun ke lokasi.
“Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk memadamkan api. Walaupun tidak ada korban jiwa maupun kerugian dalam peristiwa ini, namun warga khawatir api akan akan membesar kembali,” ungkap Wawan, warga Blok 30 Kompleks Rumah Susun, Kelurahan 24 Ilir, Bukit Kecil, Palembang.
Seperti dikatakan Wawan, kebakaran yang terjadi bukan kejadian yang terjadi pertama kali, tetapi pada pukul 02.00 dini hari tadi kebakaran juga sempat terjadi. “Mobil pemadam kebakaran datang bukan pertama kalinya. Tadi malam juga sempat datang untuk memadamkan api yang sulit padam dikarenakan oleh ban bekas, kira-kira butuh waktu satu jam untuk memadamkan api,” ujarnya.
Kebakaran bak sampah yang disebabkan ban bekas ini bukan hanya terjadi tahun ini. Tahun lalu juga sempat terjadi kebakaran yang sama, tepatnya pada bulan puasa jam-jam menjelang pagi hari. Pembakaran sampah dan ban bekas ini memang sudah menjadi tradisi bagi warga sekitar. Warga menganggap hal tersebut sudah biasa terjadi.
Pantauan di lokasi, tiang listrik yang berada dekat dengan sampah membuat warga menjadi panik. Apalagi saat ini musim hujan, dikhawatirkan dapat membuat kebakaran besar akibat korsleting listrik. Itu karena kabel yang menyambung dengan rumah-rumah warga di blok 30.
“Biasanya warga membakar sampah tidak di belakang dinding yang terdapat tiang listrik, melainkan di luarnya. Kabel listrik ini menyambung ke rumah-rumah warga sekitar. Tiba-tiba api menyambar dan hampir membakar kabel listrik,” ungkapnya.
Menurut Wawan, ban bekas yang dibakar di tempat sampah tidak akan pernah habis. “Dikarenakan banyaknya tempat untuk service motor dan mobil di daerah tersebut. Karena tidak ada tempat khusus untuk membuang ban bekas, jadi warga membakarnya,” tutupnya. (cjs01)



