Sungai Kelekar Dikeruk, Longsor Ancam Warga

PRABUMULIH, SIMBURNEWS – Rentan tanah amblas akibat siklus tahunan luapan Sungai Kelekar, membuat warga sekitar bantaran sungai tersebut ketakutan. Terbukti, akibat curah hujan tinggi di Prabumulih beberapa hari terakhir, tembok belakang rumah Sukatman roboh sepanjang tiga meter.

Beruntung, ambrolnya tembok rumah Sukatman, tidak menelan korban jiwa. Lastri, istri Sukatman mengatakan jika keluarganya masih trauma dengan apa yang terjadi. Mereka sangat khawatir jika terjadi longsor lanjutan.

“Kami takut kalau terjadi longsor lagi. Sekarang, tembok belakang rumah kami sudah roboh. Kalau rumah kami sampai amblas masuk sungai, mau pindah kemana kami,” ujarnya resah sambil menunjukkan lokasi amblas, Kamis (29/3).

Menurut Lastri, awalnya tanah di bantaran Sungai Kelekar termasuk yang berada di belakang rumahnya, masih lebar dan berjarak sekitar 1,5 meter dari dapur rumahnya. Namun, sejak adanya proyek normalisasi sungai beberapa tahun lalu, menyebabkan tanah bantaran sungai terus tergerus dan terkikis hingga mendekati bagian dapur rumahnya. “Dulu jaraknya masih jauh dari rumah kami, tapi sejak ada proyek normalisasi sungai (pengerukan), tanah di bantaran sungai semakin terkikis,” keluhnya.

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih lanjut Lastri, pernah menjanjikan akan memperbaiki tembok belakang rumahnya, dan membangun dinding talud supaya tidak terjadi longsor.

“Saat pengerjaannya (normalisasi), pemkot pernah menjanjikan perbaikan bantaran sungai. Tapi belum ada sampai sekarang. Kami sangat takut, apalagi saat musim hujan seperti saat ini,” ungkapnya seraya berharap agar pemerintah segera merealisasikan janjinya yang lalu.

Bukan hanya Lastri, kekhawatiran yang sama juga dirasakan warga lainnya. Akibat musibah yang dialami keluarga Sukatman, dalam satu minggu terakhir ini warga sekitar takut lantaran curah hujan yang deras dan berlangsung lama. (mrf)