- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Jangan Ada Berita Venue Tidak Siap
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan berbagai persiapan menyambut even akbar, Asian Games 2018. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah seputar fasilitas dan infrastruktur masing-masing cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
Untuk melihat kesiapan dari masing-masing penanggungjawab cabor yang akan dipertandingkan di Kota Palembang, Sabtu (11/11), pemprov Sumsel menggelar rapat koordinasi dengan masing-masing penanggungjawab ataupun pengurus cabor.
Asisten I Setda Sumsel, Ahmad Najib mengungkapkan, seluruh venue ini ditargetkan sudah siap enam bulan sebelum pelaksanaan Asian Games. “Paling tidak tinggal menghaluskan saja. Dari laporan yang disampaikan masing-masing pengurus cabang tadi saat ini persiapannya antara 83 hingga 85 persen ke atas. Tinggal mempersiapkan koordinasi standarisasi venue itu secara internasional,” ungkap Najib usai memimpin rapat.
Menurutnya, rapat tersebut dilakukan untuk melihat apa yang harus dipersiapkan, target waktu dan kesiapan peninjauan. “Jangan sampai ada berita kita tidak siap,” tegasnya.
Jadi hari ini, lanjut Najib, adalah pemantapan pengurus-pengurus cabang. Misalnya, cabang olahraga mana saja yang belum dan sudah melakukan tes even, evaluasinya bagaimana. “Kemudian kebutuhan dari venue itu apa, dan apa kendalanya. Misalnya dari cabang bowling kapan peralatannya masuk, dari cabang beach volleyball apakah perlu ditambah tribun. Jadi seperti itu,” jelasnya.
Dirinya melanjutkan, pada tanggal 13-14 November nanti akan ada peninjauan dari Indonesia Asian Games Organizig Committee (Inasgoc). “Setelah peninjauan venue selanjutnya akan dilakukan workshop untuk memberikan bagaimana traffic management system. Bagaimana atlet diangkut sampai wisma, bagaimana mereka ditempatkan, dan termasuk sudah ada perhitungan berapa jumlah atlet,” pungkasnya. (yrl)



