- Rindam II/Sriwijaya Gembleng 365 Calon Prajurit Siswa di Lahat
- Satu Korban Tewas akibat Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah
- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
Jakarta Kembali Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang
JAKARTA, SIMBUR – Sebagian wilayah ibu kota Jakarta dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Selasa (27/5) sore hari. Adapun wilayah yang terdampak adalah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, empat kelurahan di empat kecamatan terdampak luapan kali Mampang dengan ketinggian genangan antara 30-110 sentimeter. Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, dan Pasar Minggu.
“Kaji cepat personel di lapangan mencatat 343 unit rumah terdampak. Sebanyak 1.007 jiwa turut terdampak. Banjir dilaporkan telah surut pada malam harinya,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (28/5).
Berikutnya, angin kencang akibat cuaca ektrem terjadi di kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sembilan unit rumah terdampak dan jumlah warga yang terdampak ada sebanyak 16 KK atau 41 jiwa. Pada Rabu (27/5), kerusakan terdampak masih dalam penanganan oleh BPBD Provinsi Jakarta.
Menurut Muhari, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama peralihan musim seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir dan gelombang tinggi.
BNPB juga mengimbau agar masyarakat juga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.(red)



