Peringatan 80 Tahun, Persit Kartika Chandra Kirana Terus Berkarya

PALEMBANG, SIMBUR – Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin langsung acara syukuran peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Sudirman Makodam II/Swj, Selasa (14/04).

Dalam sambutannya, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis, sangat mengapresiasi peran penting Persit dalam Peringatan HUT Ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana yang mengusung tema “80 Tahun Persit Kartika Chandra Kirana Berkarya”.

Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa makna “berkarya” menuntut setiap anggota untuk tidak sekadar diam. “Melainkan terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas,” ujar Pangdam.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Pangdam II/Swj didampingi Ketua Persit KCK PD II Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Persit selama delapan dekade. Pemotongan tumpeng kemudian diserahkan kepada anggota Persit sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Kodam II/Swj, di antaranya Kapoksahli Pangdam II/Swj Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si. Hadir pula, Brigjen TNI Khabib Mahfud,S.I.P.,M.M. Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Nur Wahyudi S.I.P, Danrem 045/Gaya dan para Asisten Kasdam II/Swj serta para Pengurus Persit KCK PD II/Sriwijaya.

“Rangkaian syukuran HUT Ke-80 Persit KCK ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Persit sebagai organisasi yang setia, tulus, dan ikhlas mendampingi pengabdian prajurit TNI AD,” ujarnya.

Langkah Lanjut Kemandirian Ekonomi Anggota

Sebelumnya, istri prajurit TNI AD kini memiliki ruang lebih luas untuk berkreasi melalui program “Persit Bisa,” yang menggelar pameran dan peragaan busana untuk merangsang minat terhadap produk lokal. Acara apresiasi kreativitas dan inovasi UMKM Persit berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada 7 Desember 2024 lalu berjalan lancar dan sukses.

Program ini memungkinkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana menggali potensi diri untuk memberi manfaat di mana pun mereka berada. Selain menaungi UMKM dan seni budaya, “Persit Bisa” juga mendukung literasi keuangan.

Setelah sukses menggelar Pameran Persit Bisa 1 pada Desember 2024 lalu, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) kembali menyelenggarakan Pameran Nasional “Persit Bisa Ke-2” pada 7-9 Mei 2026 mendatang, di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Pameran ini menampilkan produk-produk unggulan UMKM karya anggota Persit KCK dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas anggota Persit, sekaligus wadah untuk menumbuhkan inovasi, kreativitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi melalui sektor UMKM.

Ketua Umum Persit KCK, Uli Simanjuntak, berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat lokal dan membantu keuangan keluarga anggota Persit. Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, mengikutsertakan lima UMKM binaan unggulan dalam Pameran Persit Bisa Ke-2. Kelima UMKM yang terpilih berasal dari Ranting 3 Ajen Cabang III Spersdam, Cabang XLI Dim 0414 Koorcab Rem 045, Cabang XVII Dim 0406 Koorcab Rem 044, Cabang XLIII Yonif 200, serta Ranting 5 Kes Cabang III Slogdam.

Partisipasi ini telah melalui proses kurasi produk, pembinaan berkelanjutan, serta fasilitasi promosi dalam ajang pameran berskala nasional. Produk-produk yang ditampilkan mencerminkan kekayaan budaya sekaligus inovasi lokal Sumatera Selatan dan sekitarnya.

RD Songket dari Ranting 3 Ajen Cabang III Spersdam menghadirkan Kain Tenun Songket Palembang berbahan sutra dan katun dengan proses tradisional. Lidi Nipah dari Cabang XLI Dim 0414 Koorcab Rem 045 menampilkan Kap Lampu anyaman lidi nipah yang ramah lingkungan.

Kartika Sereh Wangi dari Cabang XVII Dim 0406 Koorcab Rem 044 menawarkan produk aromaterapi sereh wangi hasil proses distilasi bahan alam berkualitas. Sementara itu, Ragam Tapis Lampung dari Cabang XLIII Yonif 200 memperkenalkan kain Tapis Lampung dengan sentuhan modern berbahan benang emas premium. Sedangkan, NTS Craft dari Ranting 5 Kes Cabang III Slogdam menghadirkan tas dan pouch handmade edisi terbatas berbasis Wastra Nusantara.

Keikutsertaan Persit KCK PD II/Sriwijaya dalam pameran ini menegaskan komitmen organisasi dalam memberdayakan anggota, melestarikan budaya, serta memperkuat kontribusi perempuan Persit dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan pembangunan nasional.

“Pameran ini terbuka untuk umum dan menjadi ajang strategis untuk memperkuat posisi songket dan tapis sebagai kebanggaan wastra Palembang dan Sumatera Selatan,” ujar Ketua Persit.

Dukungan serta partisipasi masyarakat Palembang dan sekitarnya diharapkan dapat turut meramaikan dan menyukseskan Stand Sriwijaya pada Pameran Persit Bisa Ke-2.

Antara Mikroskop dan Benang Rajut

Di balik kesibukannya sebagai dokter spesialis patologi klinik, dr. Zuhria Novianty, Sp.P.K., tetap menyimpan kecintaan terhadap dunia kerajinan tangan. Bagi istri Letkol Inf Benu Supriyantoko yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Cabang I Sintelad PG Mabesad ini, kreativitas merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar hilang.

Minat terhadap dunia keterampilan tangan telah tumbuh sejak masa kecil. Lingkungan keluarga yang gemar melakukan berbagai aktivitas kreatif turut membentuk kebiasaan tersebut. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Zuhria sudah terbiasa mencoba berbagai kegiatan kreatif. Ia membuat paper bag sederhana, belajar menjahit, hingga mencoba merajut.

Pada masa itu, sumber referensi belajar masih sangat terbatas. Namun keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus mencoba dan bereksperimen.Ketika memasuki masa kuliah, minat terhadap dunia mode dan kreativitas sempat menjadi pertimbangan. Ia membayangkan masa depan di bidang yang berkaitan dengan karya dan desain.

Namun pilihan tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari orang tua. Pada akhirnya, Zuhria memilih menempuh pendidikan di bidang kedokteran.Profesi dokter menuntut dedikasi tinggi, kedisiplinan, serta tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.

Setelah menyelesaikan pendidikan, kehidupannya dipenuhi berbagai peran sekaligus. Ia menjalani peran sebagai dokter, istri, ibu, serta aktif dalam organisasi. Kesibukan tersebut sempat membuat waktu untuk menyalurkan hobi menjadi terbatas. Namun kecintaan terhadap dunia kerajinan tangan tidak pernah benar-benar hilang. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Zuhria kembali menemukan ruang untuk berkarya melalui kegiatan merajut.(red/rel)

Posted in TNI