- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Profil Kompetensi ASN Nasional Jadi Fondasi Sistem Merit Berbasis Data
JAKARTA, SIMBUR – Dalam pelaksanaan pemetaan potensi dan kompetensi terhadap 5.616 pegawai ASN di lingkungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut RI) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai 24-27 Februari 2026 mendatang, Kepala BKN, Prof. Zudan, menegaskan proses ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem manajemen talenta ASN secara nasional, dan secara khusus meningkatkan kualitas kepemimpinan di sektor kehutanan.
Sebagai instansi pembina manajemen ASN, Prof. Zudan, sampaikan bahwa BKN memiliki tanggung jawab memastikan sistem merit berjalan secara konsisten dan berbasis data. Salah satu instrumen kuncinya adalah pemetaan potensi dan kompetensi melalui Computer Assisted Competency Test (CACT). “Pemetaan ini tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi membangun database profil kompetensi ASN yang terukur dan terstandar. Data ini menjadi dasar dalam perencanaan suksesi, promosi, dan rotasi, serta pengembangan kompetensi pegawai,” tegasnya, Rabu (25/02) di Jakarta.
Prof. Zudan sebelumnya juga menekankan bahwa pengelolaan ASN ke depan harus berbasis manajemen talenta yang objektif dan terintegrasi. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan dalam CACT ini, menurutnya, dirancang untuk mengukur aspek potensi, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural secara sistematis.
Hasil pemetaan potensi dan kompetensi ASN, tambah Prof. Zudan, akan membantu instansi memahami karakteristik pegawai secara lebih komprehensif. Hal ini akan bermanfaat bagi instansi karena pengembangan kompetensi dapat disusun secara tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
Prof. Zudan juga memastikan bahwa pelaksanaan CACT dilakukan dengan standar yang sama di seluruh titik lokasi guna menjaga validitas dan reliabilitas hasil. Ia menegaskan bahwa pemetaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi sehingga berdampak pada Asta Cita Presiden, dan visi-misi kepala daerah.
Pelaksanaan CACT ini sendiri dijadwalkan berlangsung di 38 titik lokasi, meliputi Kantor Pusat, seluruh Kantor Regional dan UPT BKN, serta tiga lokasi mandiri. Tercatat sebanyak 5.616 pegawai ASN Kemenhut akan mengikuti proses pemetaan potensi dan kompetensi tersebut.
Fokus Wujudkan Visi Misi Daerah
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mengingatkan perangkat daerah agar pelaksanaan reformasi birokrasi berkontribusi konkret pada kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan ASN. Ia mengarahkan agar percepatan transformasi birokrasi harus diwujudkan melalui layanan yang cepat, mudah, dan dapat diakses secara digital.
“Reformasi birokrasi bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, layanan kepegawaian harus adaptif, _real-time_, dan memanfaatkan teknologi secara optimal,” ujar Prof. Zudan dalam arahannya, Jumat (27/02/2026), di Kantor Wali Kota Balikpapan.
Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan diri dan peningkatan kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah. Target kinerja, menurutnya, harus disusun berdasarkan potensi terbaik yang dimiliki organisasi dan individu.
Oleh karena itu, Prof. Zudan menegaskan bahwa penerapan sistem merit dan manajemen talenta menjadi kunci dalam menyiapkan suksesi kepemimpinan yang berkelanjutan. Melalui pola karier yang terstruktur dan berbasis kompetensi, pemerintah daerah dapat memastikan tersedianya kader-kader pemimpin yang siap mengisi posisi strategis.
“Manajemen talenta memastikan proses kaderisasi berjalan sistematis. Setiap ASN dipetakan kompetensinya, disiapkan pengembangannya, dan diberikan ruang mobilitas untuk menjawab kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Arahan Kepala BKN tersebut disambut antusias oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, yakni H. Bagus Susetyo, yang menilai forum bersama Kepala BKN semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman perangkat daerah terhadap kebijakan manajemen ASN, terutama dalam menghadapi isu transformasi digital, rekrutmen ASN, serta penyelesaian tenaga honorer.
“Kami berharap sarasehan ini memberikan pembaruan informasi sekaligus penguatan strategi pengelolaan ASN di Balikpapan. Sinergi dengan BKN menjadi faktor penting agar kebijakan yang diambil adaptif dan terukur,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Kepala BKN bersama jajaran perangkat daerah membedah visi misi Kota Balikpapan, dan mengidentifikasi dukungan manajemen talenta yang dibutuhkan pada sektor-sektor prioritas. Isu strategis seperti percepatan penurunan stunting, pemenuhan tenaga pendidik, hingga penguatan sektor ekonomi dan sosial dibahas melalui pendekatan mobilitas talenta ASN.
Di akhir, Prof. Zudan menegaskan bahwa kebutuhan SDM daerah dapat dipenuhi melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BKN dan Kementerian PANRB, guna memastikan ketersediaan talenta terbaik yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui sarasehan ini, BKN dan Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat komitmen bersama untuk membangun tata kelola ASN yang profesional, adaptif, dan berbasis merit, sebagai fondasi percepatan pencapaian Asta Cita Presiden dan visi misi kepala daerah.(red/rel)



