- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Menhub Minta Tidak Ada Jalan Berlubang di Sumsel, Pangdam Persilakan Pemudik Istirahat di Satuan Kodam II/Sriwijaya Sepanjang Jalur Perlintasan
# Sekitar 3,8 Juta Orang Bakal Melintas, Gubernur Targetkan Perbaikan Jalan Rampung H-10 Idulfitri
PALEMBANG, SIMBUR – Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi memimpin Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Provinsi Sumsel. Rapat digelar di Griya Agung, Rabu (25/2). Menhub dudampingi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H Herman Deru.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadapi Angkutan Lebaran 1447 Hijriah. “Saya melihat persiapannya sudah sangat baik. Perbaikan jalan, baik jalan tol maupun jalan nasional yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai sebelum hari puncak arus mudik. Harapannya, tidak ada lagi jalan berlubang yang dilalui para pemudik,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi dengan lonjakan pemudik cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 3,8 juta orang akan melakukan perjalanan menuju atau melintasi wilayah Sumsel selama periode Lebaran tahun ini.
Selain sebagai daerah tujuan, Sumsel juga merupakan jalur strategis lintas Sumatera bagi pemudik menuju Jambi, Sumatera Utara, hingga Aceh. Karena itu, perhatian khusus diberikan terhadap kesiapan infrastruktur, baik jalan tol maupun jalan arteri.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan, termasuk pemberian diskon tarif tol pada periode tertentu selama angkutan Lebaran. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong distribusi lalu lintas lebih merata.
Menteri Perhubungan menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, arus mudik dan arus balik di Sumatera Selatan diharapkan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara, Herman Deru menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Perhubungan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan informasi sekaligus memastikan kesiapan transportasi darat, udara, dan perairan dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurut dia, Sumsel merasa terhormat menjadi provinsi yang dikunjungi setelah Lampung. Rakor difokuskan pada langkah-langkah strategis menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat, tidak hanya saat Lebaran. Akan tetapi, tren kenaikan penumpang pesawat dan moda transportasi lainnya, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer di wilayah Sumatera Selatan. “Kementerian Pekerjaan Umum menjamin seluruh lubang di ruas jalan nasional akan ditutup maksimal H-10 sebelum Lebaran. Beberapa ruas prioritas yang menjadi perhatian antara lain jalur Musi Rawas, Banyuasin, dan Musi Banyuasin, termasuk ruas Palembang–Prabumulih hingga Prabumulih–Lahat,” ujar HD.
Ia menambahkan, perhatian khusus juga diberikan pada ruas Palembang–Betung yang menjadi simpul pergerakan kendaraan menuju Jambi dan Aceh. Dari total sekitar 60 kilometer jalur padat tersebut, terdapat 22 kilometer yang mengalami kemacetan cukup parah akibat bottleneck dan belum optimalnya konektivitas interchange.
Gubernur berharap optimalisasi ruas tol seperti Tol Palembang–Betung, Tol Palembang–Indralaya, serta jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Di sektor perkeretaapian, Pemprov Sumsel bersama PT KAI dan pemangku kepentingan lainnya membahas persoalan kemacetan akibat perlintasan sebidang. Tingginya aktivitas kereta api barang, khususnya angkutan batu bara, memicu kepadatan di sejumlah titik yang belum memiliki flyover atau underpass.
“Sebagai solusi, telah disepakati pembangunan empat flyover di sejumlah titik strategis di Muara Enim untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan. Kami berharap dukungan penuh Kementerian Perhubungan untuk mempercepat realisasinya,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Sumsel juga meminta dukungan Kementerian Perhubungan untuk memberikan imbauan tegas, bahkan sanksi jika diperlukan, guna memastikan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum dapat berjalan efektif.
Di sisi lain, Sumsel terus mengharapkan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat yang progresnya menunjukkan peningkatan signifikan.Khusus menyambut Lebaran 2026, HD juga mengusulkan penambahan maskapai penerbangan mengingat tren penumpang yang terus meningkat.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dia optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 H di Sumsel dapat berjalan sukses, arus mudik dan balik lancar, serta infrastruktur transportasi semakin kuat sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera.
Pastikan Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026
Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. Rapat bertujuan mematangkan persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2026. Rapat berlangsung Rabu (25/02) di Griya Agung, Palembang.
Dalam laporannya kepada Menteri Perhubungan, Pangdam II/Sriwijaya menegaskan bahwa seluruh personel di jajaran Kodam II/Sriwijaya telah dalam posisi siap. Pangdam juga memastikan dukungan penuh terhadap pengaturan arus mudik maupun arus balik agar mobilitas masyarakat di wilayah Binaannya dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa kendala berarti.
Menyikapi rencana Operasi Ketupat yang akan digelar oleh pihak Kepolisian, Mayjen TNI Ujang Darwis menyatakan bahwa TNI akan memberikan dukungan penuh (backup). Personel Kodam II/Sriwijaya yang tersebar di berbagai wilayah akan dikerahkan untuk membantu Polda dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Selain aspek pengamanan, Pangdam memberikan perhatian khusus pada faktor kenyamanan dan keselamatan para pemudik di perjalanan. Beliau menginstruksikan seluruh satuan jajaran Kodam II/Sriwijaya yang berada di lintasan utama mudik untuk bersiap memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang menempuh perjalanan jauh.
Instruksi tersebut meliputi penyediaan kantor Koramil, Kodim, dan satuan militer lainnya sebagai rest area atau tempat istirahat sementara bagi para pemudik. “Jadi, para pemudik kalau memang sudah merasa lelah atau capek, dipersilakan untuk beristirahat di kantor-kantor satuan kami yang berada di sepanjang jalur perlintasan,” ungkap Pangdam.
Fasilitas pendukung seperti tempat istirahat yang layak serta sarana MCK telah disiapkan untuk memastikan para pemudik dapat melepas lelah dengan nyaman. Dengan segala persiapan matang ini, Kodam II/Sriwijaya berharap seluruh masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun balik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan membawa kebahagiaan bagi keluarga.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, dan Ketua DPRD Prov. Sumsel Andie Dinialdie, serta OPD Provinsi Sumsel terkait. Hal ini, menunjukkan sinergi yang kuat dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas jelang hari raya.(red/srt)



