- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Proses Asesmen BKN Jaring Kandidat Terbaik JPT Utama BSN
JAKARTA, SIMBUR – Para kandidat seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Utama di lingkungan Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan menghadapi tahap asesmen yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai rangkaian seleksi. Tahapan asesmen ini menjadi bagian penting untuk memastikan kandidat yang terpilih memiliki kompetensi, potensi, serta kesiapan kepemimpinan strategis sesuai kebutuhan jabatan.
Sebagai instansi pembina manajemen ASN, BKN memastikan seluruh tahapan asesmen berlangsung objektif, transparan, dan sesuai standar penilaian kompetensi. Proses ini juga merupakan implementasi sistem merit dalam manajemen ASN. Melalui Pusat Penilaian Kompetensi ASN, BKN menghadirkan metode penilaian komprehensif yang dirancang untuk mengukur kompetensi secara menyeluruh, mulai dari aspek manajerial, sosial kultural, hingga kapasitas kepemimpinan strategis.
Dalam pelaksanaannya yang berlangsung mulai 23-24 Februari 2026 di Gedung Assessment Centre BKN Pusat, Jakarta. Tahap asesmen ini menggunakan sejumlah instrumen penilaian utama, meliputi psikotes, analisis kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), dan presentasi.
Beragam metode tersebut dirancang untuk mengukur kompetensi manajerial, kemampuan berpikir strategis, keterampilan komunikasi. Di samping itu, kapasitas pengambilan keputusan dalam situasi kompleks.
Kepala BKN, Prof. Zudan, dalam sambutannya, memastikan bahwa tahapan asesmen ini dirancang untuk menempatkan kader terbaik pada posisi yang tepat berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi jabatan.
“Sistem seleksi pejabat terus dikembangkan melalui penguatan manajemen talenta ASN, sekaligus penyiapan suksesor secara berjenjang dan berkelanjutan. Dengan manajemen talenta yang terintegrasi, proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif tanpa mengurangi kualitas kepemimpinan,” pesannya.(red/rel)



