- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Dialog Bersama Menteri Kebudayaan, HPN 2026 Banten Juga Beri Efek Ganda bagi Pariwisata, UMKM, dan Citra Daerah
Setiap gerakan yang dilakukan oleh sembilan penari menggambarkan rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan. Tarian ini juga mencerminkan identitas masyarakat Lampung Abung yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, solidaritas, dan hubungan harmonis dengan alam. “ Ciri khas tarian ini terletak pada gerakan penari nan anggun dan teratur, dipadukan dengan musik tradisional lembut. Para penari, semuanya wanita yang mengenakan pakaian adat Lampung lengkap dengan siger, kain tapis bersulam benang emas, dan properti kipas sebagai simbol keramahan,” tutur Nani Rahayu menambahkan.
Hamartoni menegaskan, Tari Bedayo Abung Siwo Migo tidak hanya menjadi hiburan seni tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Lampung Abung, yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kebersamaan. Kini di tengah pesatnya modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang mengglobal, mengurangi minat generasi muda untuk mempelajari, menarikan dan menampilkan tarian tradisional, termasuk di dalamnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo. Oleh sebab itu, berbagai upaya secara simultan dilakukan, misalnya promosi, pelatihan seni tari di sanggar-sanggar budaya, memasukkan tarian ini dalam kurikulum seni budaya di sekolah-sekolah,serta menjadikan Tari Bedayo Abung Siwo Migo sebagai atraksi utama dalam acara-acara pariwisata Lampung Utara. Dengan tampilnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo, di arena peringatan HPN di Serang Banten ini, Hamartoni berharap, sebagai salah satu aset kultural Lampung Utara, tarian ini semakin dikenal luas di tingkat nasional.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten menilai kepercayaan yang diberikan oleh insan pers nasional kepada Banten sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2026 membawa manfaat strategis bagi daerah, terutama dalam mendorong sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, serta memperkuat citra positif Banten di tingkat nasional. Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kehadiran ribuan insan pers dari berbagai daerah selama perhelatan HPN memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal, khususnya di Kota Serang. “Dampaknya sangat terasa. Tingkat hunian hotel di Kota Serang terkonfirmasi penuh, sektor pariwisata bergerak, dan pelaku UMKM ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ujar Andra Soni di Kota Serang.
Ia menegaskan, HPN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum nasional yang memiliki nilai strategis dalam memperluas jejaring serta mengenalkan potensi daerah melalui interaksi antarpeserta dan pemberitaan media. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami. HPN adalah kegiatan nasional insan pers yang punya daya sebar informasi sangat besar untuk memperkenalkan sisi positif Banten,” katanya.
Menurut Andra Soni, penyelenggaraan HPN 2026 diharapkan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu memberi efek jangka panjang terhadap pengembangan pariwisata, peningkatan investasi, serta pembentukan persepsi publik yang lebih baik terhadap Banten. Ia juga menekankan bahwa Pemprov Banten memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat. “Terima kasih atas kepercayaan menjadikan Banten sebagai tuan rumah. Pers adalah mitra penting pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujarnya.



