- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Ribuan Wartawan Hadiri HPN 2026 Banten, Disambut Tari Jawara dan Jamuan Hangat
Senada dengan itu, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir menyebut Gala Dinner HPN 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat soliditas organisasi pers dan mempererat hubungan dengan pemerintah daerah. “Kegiatan ini adalah ruang silaturahmi dan penguatan soliditas insan pers. Kolaborasi yang sehat antara pers dan pemerintah justru akan memperkuat demokrasi,” kata Ahmad Munir.
Ia menekankan bahwa independensi, profesionalisme, dan tanggung jawab tetap menjadi fondasi utama pers. Menurutnya, hubungan yang baik dengan pemerintah tidak boleh menggerus kebebasan pers. “Pers harus tetap independen dan profesional. Kolaborasi yang baik dengan pemerintah akan memperkuat demokrasi, bukan melemahkannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Munir juga mengulas sejarah penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Ia menjelaskan, HPN ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 untuk memperingati berdirinya PWI pada 9 Februari 1946 serta mengakui peran penting pers dalam perjuangan dan pembangunan bangsa. “Pers adalah pilar keempat demokrasi. Wartawan harus menjaga marwah profesinya dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Malam semakin hangat saat acara ditutup dengan ramah tamah dan hiburan. Canda, diskusi ringan, dan jabat tangan antarsesama insan pers serta pemerintah daerah mengalir natural, menandai semangat kebersamaan menuju puncak peringatan HPN 2026 di Banten. Dari Serang, dengan semangat jawara dan kebersamaan, insan pers menatap HPN 2026 sebagai momentum memperkuat profesionalisme, kolaborasi, dan peran strategis pers bagi demokrasi Indonesia.(red)



