- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Jalan Utama 14 Desa di Teluk Tenggulang Banyuasin Rusak Parah
BANYUASIN, SIMBUR – Jalan utama di Desa Teluk Tenggulang Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin rusak parah. Akibat kerusakan jalan poros desa tersebut, pengendara dan masyarakat terdampak mengalami banyak kerugian.
Kepala Desa Teluk Tenggulang Dwi Siswanto membenarkan kerusakan jalan di daerah tersebut. Mirisnya, jalan utama yang menghubungkan 14 desa itu mengalami kerusakan cukup parah. “Benar. Jalan utama 14 desa rusak parah,” ungkap Kades Dwi Siswanto, dikonfirmasi Minggu (20/4).
Kemacetan yang mengular hingga jalan bubur begitu panjang membuat pengendara yang melintas antre berjam-jam. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut merosot tajam. Selain menjadi hambatan untuk mengangkut hasil sumber daya alam dan pertanian, jalan rusak berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.
Menurut Kades, harapan pembangunan jalan desa tersebut untuk meningkatkan aksesibilitas. Pembangunan jalan desa, kata dia, dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat desa ke fasilitas umum, seperti pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
“Jalan desa yang baik dapat mengurangi risiko bencana dengan menyediakan jalur evakuasi yang aman dan meminimalkan kerusakan infrastruktur saat bencana terjadi,” ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjut Kades, juga dapat meningkatkan perekonomian. Pembangunan jalan desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan memudahkan akses ke pasar dan meningkatkan kesempatan untuk berusaha. “Jalan desa yang baik dapat membantu menggali potensi desa, seperti pertanian, pariwisata, dan industri lokal, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tegasnya.
Meski demikian, masih ada beberapa tantangan dalam pembangunan jalan desa. Di antaranya keterbatasan anggaran yang diterima desa seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan infrastruktur desa, seperti pembangunan jalan dan jembatan. Pemerintah desa perlu memprioritaskan pembangunan jalan desa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat desa.
“Dalam mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan evaluasi program pembangunan jalan desa yang efektif dan partisipasi masyarakat desa dalam perencanaan dan pengelolaan jalan desa,” tandasnya.
Menurut warga lainnya, jalan tersebut menjadi urat nadi masyarakat terutama di Desa Teluk Tenggulang Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin. Apalagi jalan darat merupakan kebutuhan utama masyarakat yang dulunya hanya mengandalkan transportasi air.
Warga melalui Kades Teluk Tenggulang berharap agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin segera mengambil langkah perbaikan atas kerusakan jalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi. Menyangkut upaya perbaikan kerusakan jalan utama di 14 desa tersebut. (red)



