- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
PWI Pusat Terbitkan SK Penunjukan Plt Ketua PWI Sulut
# Vanny Loupatty Jadi Plt Ketua, Voucke Lontaan Diberhentikan
# Wakil Ketua Adrianus Pusungunaung Dukung Zulmansyah Sekedang
MANADO, SIMBUR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kembali melakukan penyegaran kepengurusan di sejumlah daerah. Termasuk di Sulawesi Utara. Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025, PWI resmi menunjuk Vanny Loupatty sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulut dan Ardison Kalumata sebagai Plt Sekretaris untuk sisa masa bakti 2021-2026.
Pergantian ini sekaligus membekukan kepemimpinan Voucke Lontaan dan Merson Simbolon sebagai Ketua dan Sekretaris PWI Sulut sebelumnya. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Maemossa—sapaan akrab Vanny Loupatty—dalam konferensi pers di Space Café, Manado, Kamis (27/2) lalu, didampingi Ardison Kalumata.
Dalam keterangannya, Maemossa menegaskan bahwa ia dan Ardison diberi mandat oleh PWI Pusat untuk segera melakukan konsolidasi organisasi serta memverifikasi ulang keanggotaan PWI Sulut.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dalam menggelar Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Sulut yang harus terlaksana selambat-lambatnya enam bulan setelah SK diterbitkan pada 24 Februari 2025. “Amanat yang diberikan akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami siap bekerja, berbenah, dan memastikan organisasi berjalan sesuai marwahnya,” ujar Maemossa.
SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum PWI Zulmansyah Sekedang, Ketua Bidang Organisasi Mirza Zulhadi, dan Sekretaris Wina Armada Sukardi ini memuat lima poin utama, yaitu Mengesahkan perubahan kepengurusan PWI Sulut sisa masa bakti 2021-2026. Memberhentikan Voucke Lontaan sebagai Ketua dan Merson Simbolon sebagai Sekretaris PWI Sulut.
Mengangkat Vanny Loupatty sebagai Plt Ketua dan Ardison Kalumata sebagai Plt Sekretaris PWI Sulut. Menugaskan Plt Ketua dan Sekretaris untuk menertibkan kepengurusan, memverifikasi kembali anggota, serta menyelenggarakan KLB dalam enam bulan ke depan.
Kesempatan itu, Maemossa dan Ardison juga mengajak seluruh anggota untuk bersatu dan mendukung amanat PWI Pusat. Mereka menekankan pentingnya soliditas organisasi agar PWI Sulut tetap menjadi wadah yang kuat bagi insan pers di daerah ini.
Anggota yang Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI-nya tidak aktif atau belum diperpanjang, keduanya mengimbau segera melakukan pembaruan. Hal ini penting untuk memastikan keanggotaan tetap sah dan dapat berkontribusi dalam perjalanan organisasi ke depan.
Tak Kenal Dualisme, Tidak Ada Klaim Palsu
Polemik di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara memanas setelah Voucke Lontaan tetap mengklaim dirinya sebagai Ketua PWI Sulut. Namun, Pelaksana Tugas Ketua (Plt) PWI Sulut, Vanny Loupatty, menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di organisasi pers tertua di Indonesia ini.
“Tidak ada dualisme. PWI Sulut hanya satu, yaitu yang saya pimpin. Voucke Lontaan sudah resmi dipecat, jangan termakan informasi yang menyesatkan,” tegas Loupatty, yang akrab disapa Maemossa.
Keputusan pemecatan Voucke Lontaan sebagai Ketua PWI Sulut dan Merson Simbolon sebagai Sekretaris telah ditetapkan dalam SK Nomor 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025 yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Zumansyah Sedekang. “Voucke dan Merson tidak lagi memegang jabatan apa pun di PWI Sulut.
Saya bersama Ardison Kalumata telah ditunjuk oleh PWI Pusat untuk melanjutkan kepengurusan sisa masa bakti 2021-2026,” tegas Maemossa.
Meski Voucke dan Merson dicopot dari jabatan, keanggotaan mereka di PWI masih berlaku. Namun, Maemossa mengingatkan bahwa jika keduanya terus membuat kegaduhan, PWI Sulut akan mengajukan pencabutan keanggotaan mereka.
“Kami masih memberi kesempatan bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Jika tetap membangkang, keanggotaan mereka akan kami pertimbangkan untuk dicabut,” tegasnya.
Sebelumnya, Voucke Lontaan dan Merson Simbolon menggelar rapat Zoom dengan 15 pengurus KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) pada Jumat (28/2/2025), yang menolak kepemimpinan Plt PWI Sulut Vanny Loupatty.
Merespons hal ini, Maemossa menegaskan bahwa rapat tersebut tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum organisasi. “Jika ada yang tidak terima, saya maklumi. Tapi jangan sampai terbawa arus provokasi dari pihak yang sudah dipecat kepengurusannya,” ujarnya.
Di tengah kisruh ini, Maemossa mengajak seluruh anggota PWI Sulut untuk tetap menghormati keputusan PWI Pusat dan tidak terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan. “Kami tidak ingin memperkeruh suasana. Voucke dan Merson secara pribadi tidak ada masalah dengan saya. Tapi ini soal organisasi, jadi saya harap semua anggota tetap berpegang pada keputusan PWI Pusat,” katanya.
Selain itu, Maemossa juga mengingatkan kepada anggota PWI Sulut yang kartu tanda anggotanya (KTA) sudah tidak aktif untuk segera memperbaruinya. “Kami tetap menjalankan tugas sesuai amanah PWI Pusat. PWI Sulut hanya satu, bukan dua. Hormati keputusan organisasi dan mari kita kembali fokus pada tugas utama sebagai insan pers,” tutupnya.
Wakil Ketua Dukung Zulmansyah dan Vanny Loupatty
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara kembali diterpa gejolak internal. Adrianus R. Pusungunaung (ARP), Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, mengambil langkah mengejutkan dengan berpaling dari kepemimpinan Voucke Lontaan dan menyatakan dukungan penuh kepada Kongres Luar Biasa (KLB) PWI, yang menetapkan Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI periode 2023-2028.
Tak hanya itu, Adrian juga menegaskan dukungan terhadap Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Riau, yang berada di bawah kendali Zulmansyah. Sikap ini sekaligus menunjukkan penolakannya terhadap HPN di Kalimantan Selatan, yang digelar oleh kubu Hendry Ch. Bangun.
Namun, yang paling menghebohkan adalah dukungan terbuka Adrian terhadap Surat Keputusan (SK) Nomor 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025 yang dikeluarkan oleh PWI Pusat. SK ini menetapkan Vanny Loupatty sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulut dan Ardison Kalumata sebagai Plt Sekretaris untuk sisa masa bakti 2021-2026. “Saya siap mengawal dan mengamankan SK tersebut, apa pun konsekuensinya,” tegas Adrian pada Minggu (2/3).
Keputusan Adrian langsung mengguncang komunitas pers Sulawesi Utara. Pasalnya, selama ini ia dikenal sebagai pendukung setia Voucke Lontaan.
Bahkan, dalam Konferensi Provinsi PWI Sulut, ia disebut-sebut sebagai “kingmaker” yang memainkan peran penting dalam kemenangan Voucke atas Aswin Donald Lumintang. Kini, Adrian justru memberikan dukungan penuh kepada Vanny Loupatty, wartawan senior yang akrab disapa Maemosa.
Perubahan drastis ini menimbulkan pertanyaan besar: Apa yang membuat Adrian meninggalkan Voucke? Hingga saat ini, ia belum mengungkapkan alasan konkret mengenai pergeseran sikapnya.
Meski keputusannya menuai pro dan kontra, Adrian tetap menyerukan agar anggota PWI Sulut menjaga soliditas. “Saya tidak bisa memaksa siapa pun untuk mengikuti langkah saya. Itu adalah hak teman-teman. Tapi yang pasti, mari kita jaga marwah organisasi kita yang tercinta ini.”
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan dalam organisasi tidak boleh merusak hubungan personal. “Di dalam organisasi, kita berteman dengan peran dan tanggung jawab. Di luar organisasi, kita tetap berteman dengan hati dan kejujuran,”tuturnya. (rel)



