- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang di OKU
JAKARTA, SIMBUR – Banjir bandang di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terjadi sejak Kamis (23/5). Banjir dipicu hujan dengan intensitas sangat lebat selama dua hari 22-23 Mei 2024. Banjir merendam delapan kecamatan. Kondisi terkini tujuh kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten OKU banjir berangsur surut sedangkan Kecamatan Paninjauan belum surut hingga kini.
Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi BNPB korban jiwa akibat banjir menyebabkan sebanyak 6.244 Kepala Keluarga atau 29.312 jiwa terdampak.
“Kerugian material 6.830 unit rumah terdampak, tujuh unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak ringan, lima unit kios terdampak dan dua unit Jembatan terdampak,” ujar Muhari.
Penanganan bencana banjir bandang BPBD OKU Bersama tim gabungan menurunkan personil, peralatan ke lokasi banjir. “Untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan pendataan dampak kerusakan banjir,” tutupnya
Tinjau Lokasi Banjir, Dirikan Posko Trauma Healing
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau dua lokasi banjir sekaligus secara langsung menggunakan perahu karet. Kedua lokasi tersebut adalah Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat dan Jalan Gotong Royong, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (25/5).
Peninjauannya kali ini, Fatoni didampingi Tim BPBD, Tim Kesehatan, Tim Dinas Sosial dan Pj Bupati OKU Teddy Meilwansyah. Lokasi pertama yang ditinjau kali ini berlokasi di Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, di sana Fatoni disambut hangat oleh masyarakat terdampak banjir.
Tak hanya itu, Fatoni juga menyambangi posko kesehatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Trauma Center dan Pelayanan Kesehatan (UPTB TC & PK) BPBD Provinsi Sumsel yang ramai dipenuhi oleh anak-anak korban bencana. Di sana, dirinya menghibur anak-anak korban bencana dan mengajak menyanyikan yel-yel agar mereka tetap semangat.
“Anak Karang Agung luar biasa! Salam tangguh, tangguh, tangguh, yes!” ujarnya diikuti oleh anak-anak dengan penuh semangat.
Setelah itu, Fatoni melanjutkan tinjauannya ke rumah-rumah warga terdampak banjir. Beberapa dari mereka nampak masih membersihkan sisa-sisa lumpur di halaman rumahnya masing-masing.
Beranjak dari Desa Karang Agung, Fatoni beserta rombongan melanjutkan peninjauan ke pemukiman warga yang berlokasi di Jl Gotong Royong, Kelurahan Kamalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Di lokasi ini Fatoni beserta rombongan menggunakan perahu karet menyusuri rumah-rumah warga yang masih terkena genangan air.
Selain itu, Fatoni juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak. Di antaranya sembako, paket makanan anak serta bantuan beras dan kebutuhan sandang pangan lainnya.
“Jenis bantuannya banyak ada beras 12,5 ton, perahu karet, sembako makanan siap saji, obat-obatan, selimut, pakaian dan bantuan kesehatan. Termasuk juga posko trauma healing,” jelasnya.
Terkait rumah warga yang terdampak, nantinya Fatoni akan mengupayakan untuk diikutsertakan dalam program Gerakan Bedah Rumah Serentak Se-Sumsel. Menurutnya, dengan bantuan dana CSR lebih banyak rumah yang dibedah sehingga membantu masyarakat secara maksimal.
“Bantuan CSR ini akan kita maksimalkan bedah rumah terutama yang terdampak bencana. Tadi sudah Saya sampaikan kita ada bedah rumah serentak se Sumsel 8.391. Nanti dengan adanya bantuan CSR bisa kita bedah hingga 15.000-an rumah tidak layak huni,” jelasnya.
Tak hanya itu saja, Fatoni juga berkomitmen untuk memberikan bantuan terkait aspirasi dari Pj Bupati OKU soal banyaknya jembatan yang putus akibat banjir. Fatoni mengatakan Pemprov Sumsel siap membantu pembangunan lima dari sebelas jembatan yang terdampak banjir di Kabupaten OKU. Nantinya pembangunan jembatan tersebut akan menggunakan dana APBD Provinsi berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten.
“Akan kami sampaikan juga ke Kementerian PUPR dan sebagian lagi kalau ada dananya bisa dari Kabupaten. Provinsi akan menyiapkan anggaran untuk jembatan yang putus tadi,” jelasnya.
Terjunkan Babinsa Bantu Korban Banjir
Sementara itu, Dandim 0403/OKU bersama Forkopimda meninjau langsung beberapa titik lokasi terdampak banjir di wilayah tersebut. Dandim OKU Letkol Inf Harri Feriawan Rumawatine mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa titik di wilayah OKU ini diakibatkan curah hujan di hulu sungai yang intensitasnya cukup tinggi.
“Kondisi ini mengakibatkan banyak rumah warga yang terendam serta jalan raya tidak bisa dilewati karena tergenang air. Saya sudah perintahkan para Babinsa di jajaran Kodim 0403/OKU untuk selalu siap membantu dan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir,” imbuh Dandim, Kamis (23/5) lalu.
Hal ini, lanjutnya, sudah sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi TNI yaitu melaksanakan perbantuan pada Pemda termasuk bencana alam, seperti banjir yang sekarang ini terjadi.
“Saya ingatkan kepada warga agar berhati-hati dan tetap waspada, karena belakangan ini intensitas hujan masih cukup tinggi. Apabila memerlukan bantuan yang mendesak segera hubungi Babinsa yang di lapangan serta instansi terkait lain,” pungkasnya.
Diketahui, lokasi terdampak banjir di Kecamatan Baturaja Timur meliputi Kelurahan Tanjung Agung, Saung Naga, Batu Kuning, Desa Tanjung Karang, Karang Agung, Laya, Karang Endah, Pusar, dan Suka Maju. Selain itu, Batu Putih di Kecamatan Baturaja Barat. Kelurahan Sekarjaya, dan Baturaja Lama. Selain itu, Kemala Raja, Air Paoh, Sukajadi, Pasar Baruh, Desa Tanjung Kemala, Tanjung Baru, Terusan di Kecamatan Baturaja Timur.
Kecamatan Peninjauan meliputi Desa Banu Ayu, Tanjung Dalam, Lubuk Batang Lama, Lubuk Batang Baru, Belatung, Karta Mulya, Gunung Meraksa di Kecamatan Lubuk Batang. Desa Kepayang, Belimbing. Selanjutnya, di Kecamatan Semidang Aji meliputi Desa Penyandingan, Lubuk Leban di Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Desa Karang Lantang, Lubuk Tupak, Muara Sae, Lontar, Kemala Jaya.
Kecamatan Semidang Aji meliputi Banjar Sari, Pandan Dulang, Kebun Jati, Sleman, Tubohan, Raksa Jiwa, Sukarami, Batang Hari, Ulak Pandan, Keban Agung, Singapura, Nyiur sayak, Suka Merindu, Padang Bindu, Bedegung, Panggal-panggal, Tanjung Kurung. Sedangkan, Kecamatan Lengkiti meliputi Desa Bumi Kawa, Negeri Ratu, Sundan, Segara Kembang, Tualang, Gedung Pekon, Sukarajadi Kecamatan Lengkiti. (kbs/red/rel)



