- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Dua Warga Tewas akibat Banjir di Pasuruan, Lebaran di Surabaya Aman Bencana
SURABAYA, SIMBUR – Banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur menyebabkan dua orang meninggal dunia. Hal itu diungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi.
Dia mengatakan, pada Selasa (9/4), satu orang berusia 40 tahun meninggal akibat tersengat listrik di Kabupaten Pasuruan. “Di Kota Pasuruan satu anak berusia dua tahun tenggelam di sekitar rumahnya karena tidak bisa berenang ketika debit air meningkat,” ujarnya.
Banjir yang terjadi sejak Senin (8/4) tersebut disebabkan oleh meluapnya Daerah Aliras Sungai (DAS) Welang, Kedunglarangan, Petung dan Badong akibat intensitas hujan sedang hingga lebat di wilayah hulu sungai sekitar pukul 23.30 waktu setempat.
Sugeng menyatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik maupun peralatan untuk penanganan banjir, yakni 4 unit perahu karet untuk evakuasi, bantuan makanan siap saji serta nasi bungkus untuk warga terdampak.
Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur turut mengerahkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi kejadian yang dilengkapi dengan 1 unit perahu karet, 1 unit mopel, 5 dus makanan siap saji dan air mineral.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD Provinsi Jawa Timur, sejumlah kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan meliputi Kecamatan Kraton, Pohjentrek, Bangil, Beji, Rembang, Gondangwetan. Sedangkan di Kota Pasuruan meliputi Kecamatan Gadingrejo, Purworejo, Panggungrejo dan Bugul Kidul.
“Selain pemukiman warga, akses jalan Surabaya-Probolinggo turut terdampak banjir,” ujarnya.
Sugeng mengimbau bagi masyarakat yang melakukan mudik, bisa tetap melalui jalan tol karena tidak terdampak. Namun akses jalan umum Surabaya-Probolinggo ditutup sementara karena masih terdapat genangan air banjir.
Namun masyarakat dengan kendaraan roda dua dapat melewati jalan alternatif melalui Kecamatan Bangil, masuk ke Sukorejo, kemudian Purwosari baru sampai di Pasuruan. Walaupun jalannya memutar tapi lebih aman bagi pengendara motor.
Mengingat hingga saat ini cuaca di lokasi kejadian terpantau berawan dan masih diguyur hujan ringan, tim gabungan menggunakan sand bag di sekitar area sungai untuk mencegah luapan air di hulu tidak memasuki area pemukiman masyarakat. BPBD Kabupaten Pasuruan telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk melakukan normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi ke depannya.
“Sebelumnya masyarakat terdampak telah dievakuasi ke Balai Desa setempat dan saat ini telah kembali ke rumah masing-masing karena genangan air di beberapa kecamatan berangsur surut,” ungkapnya.
Sehubungan dengan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H yang jatuh pada Rabu (10/4), Sugeng menyatakan bahwa aktivitas ibadah salat Ied dapat dilakukan di dusun yang tidak terdampak banjir. Sampai malam ini, pihaknya maksimalkan upaya penyedotan dan pembersihan material pascabanjir sehingga masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan aman.
Bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur
Tidak hanya wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, banjir juga merendam Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (9/4) pukul 01.00 WIB.
“Banjir dengan tinggi muka air 5 hingga 20 sentimeter merendam tiga perumahan, yaitu Perumahan Green Residence, Bumi Cabean Asri dan Alam Mutiara,” ungkapnya.
BPBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo melakukan pemantauan tinggi muka air serta pendataan di lokasi kejadian. “Kondisi cuaca saat ini terpantau berawan dan banjir berangsur surut,” terangnya.
Selain itu, banjir merendam area jalan nasional di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (9/4) pukul 14.37 WIB. Hal ini terjadi akibat hujan lebat dan memicu luapan air dari saluran drainase atau selokan di sekitar jalan sehingga material lumpur mengganggu pengguna jalan.
Tim Reaksi Cepat BPBD dan Damkar Kabupaten Banyuwangi melakukan pembersihan jalan serta saluran drainase. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
Cuaca Ekstrem di Bangkalan
Hujan intensitas tinggi disertai petir mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa salah satu rumah warga di Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan pada Selasa (9/4) pukul 02.00 WIB.
Satu orang mengalami luka-luka akibat kejadian ini. BPBD Kabupaten Bangkalan melakukan pembersihan material pohon tumbang dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk perbaikan rumah warga terdampak.
Berdasarkan prakiraan cuaca per tanggal 10 April 2024 pukul 07.00 WIB hingga 11 April 2024 pukul 07.00 WIB yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Juanda – Surabaya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pada 10 April 2024 mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB sebagian besar wilayah Jawa Timur didominasi cuaca berawan tebal, hujan ringan, hujan sedang hingga hujan dengan petir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat serta pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area sungai, jika hujan lebat mengguyur wilayah tempat tinggal dan terlihat peningkatan tinggi muka air secara signifikan diimbau untuk segera melakukan evakuasi dan memprioritaskan keamanan kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia (lansia) maupun ibu hamil.
Bagi warga yang sedang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, jika hujan lebat membatasi jarak pandang dapat segera berhenti ke tempat yang aman sampai situasi aman dan kondusif untuk melanjutkan perjalanan serta ikuti imbauan maupun instruksi otoritas daerah setempat.
“Jika cuaca hujan disertai angin kencang, warga setempat dapat menghindari papan reklame, pepohonan yang rimbun maupun material rumah yang berpotensi roboh dan dapat membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Salat Id di Balai Kota Surabaya
Hari Raya Idulfitri 1445 H pada Rabu (10/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memastikan giat perayaan lebaran masyarakat Kota Surabaya aman terhadap potensi bencana. Hal itu diungkap Ketua Tim Kerja Logistik dan Rehabilitasi Rekonstruksi BPBD Kota Surabaya Aditya Setiawan.
Aditya menyatakan sejak pukul 05.00 WIB, segenap tim BPBD telah dikerahkan di Balai Kota Surabaya dan Masjid Agung Al-Akbar untuk melakukan pendampingan dan pemantauan bersama tim gabungan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Shalat Ied berjalan dengan baik dan lancar.
“Selain itu, BPBD Kota Surabaya turut mengerahkan dukungan peralatan dari sisi kedaruratan untuk antisipasi potensi bencana saat pelaksanaan salat Id,” ujarnya.
Aditya mengungkapkan bahwa cuaca di Kota Surabaya pagi ini (10/4) terpantau cerah dan masyarakat sangat tertib untuk melaksanakan Shalat Ied di Balai Kota maupun Masjid Agung. “Kondisi lalu lintas sejak pagi hingga siang hari terpantau ramai lancar. Adapun Kota Surabaya diguyur hujan ringan hingga sedang pada siang sampai sore hari,” terangnya.
Aditya mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan bersama TNI Polri pada beberapa titik potensi keramaian masyarakat, khususnya kepadatan kendaraan dalam situasi arus mudik lebaran.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Juanda – Surabaya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per tanggal 10 April 2024, sebagian besar wilayah Jawa Timur didominasi cuaca cerah berawan dan berawan. Adapun peringatan dini hungan ringan hingga sedang pada malam hari hingga dini hari (11/4).
Sehubungan dengan hal tersebut, Aditya mengimbau masyarakat Kota Surabaya yang masih maupun akan melakukan perjalanan untuk dapat terus waspada dan siap siaga terhadap curah hujan yang masih mengguyur sebagian besar wilayah Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Ary Pulung Baskoro mengatakan bahwa pada beberapa hari terakhir, hujan lebat yang mengguyur Jawa Timur pada dini hari hingga pagi dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer yang melintasi Jawa Timur, yaitu gelombang Kelvin dan Rossby, Madden Julian Oscillation (MJO) serta Siklon Tropis OLGA.
Berdasarkan prakiraan per tanggal 6 April 2024 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis OLGA terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Sabu dengan kecepatan angin maksimum 40 knots dan tekanan udara minimum 996 hPa. “Hal ini menyebabkan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis OLGA meningkat ke kategori 2 (dua) sehingga turut memicu curah hujan lebat di wilayah Provinsi Jawa Timur, khususnya pada dini hingga pagi hari serta siang hingga sore hari,” terangnya.
Adapun per tanggal 10 April 2024 pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis OLGA terpantau berada di Samudra Hindia Selatan Kepulauan Nusa Tenggara dengan kecepatan angin maksimum 40 knots dan tekanan udara minimum 998 hPa. Hal ini diperkirakan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis OLGA akan menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah Barat Daya menjauhi wilayah Indonesia.
Ary mengungkap bahwa hal ini memengaruhi penurunan intensitas hujan di pagi hari mulai 10 April 2024. Potensi curah hujan ringan hingga sedang cenderung terjadi di siang hingga sore hari.
“Sejalan dengan kondisi cuaca pada sebagian besar wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya yang mana pada pagi ini cuaca terpantau cerah, kemudian pada siang hingga sore hari diguyur hujan sedang,” katanya.
Bedasarkan pemantauan untuk tanggal 11 April 2024, diperkirakan curah hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Timur pada siang hingga malam hari. Ary mengimbau bagi masyarakat yang masih melakukan perjalanan mudik serta mengunjungi sanak saudara dalam rangka halal bihalal lebaran untuk tetap waspada dan menjaga kecepatan maupun jarak dalam berkendara.
Ary turut menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Prospek Cuaca Posko Lebaran 2024 di wilayah Jawa Timur pada periode tanggal 3 hingga 18 April 2024. Diharapkan masyarakat maupun pemerintah daerah mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Batu, Kab. Bojonegoro, Kab. Bondowoso, Kota Kediri, Kab. Lumajang, Kota dan Kab. Madiun, Kab. Magetan, Kota Malang, Kab. Nganjuk, Kab. Ngawi, Kab. Pamekasan, Kota Probolinggo, Kota dan Kab. Blitar, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kab. Lamongan, Kab. Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Ponorogo, Kab. Situbondo, Kota Surabaya, Kab. Bangkalan, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Pacitan, Kab. Tulungagung, Kab. Trenggalek, Kota Mojokerto dan Kab. Banyuwangi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik maupun akan kembali ke tempat tinggal masing-masing pada masa arus balik untuk tetap waspada dan mengantisipasi potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca seperti banjir, banjir bandang maupun tanah longsor.
Jika wilayah diguyur dengan hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta membatasi jarak pandang mata, masyarakat mengurangi kecepatan, menjaga jarak antar kendaraan serta dapat berhenti di tempat yang aman hingga situasi kondusif.
“Pemerintah daerah setempat dalam melakukan monitoring kondisi, memangkas beberapa pepohonan rimbun maupun perbaikan tiang listrik serta papan reklame guna mencegah terjadinya pohon tumbang dan robohnya beberapa fasilitas umum yang dapat membahayakan masyarakat,” imbaunya.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area sungai maupun pada tanah dengan kemiringan tertentu dapat melakukan evakuasi ke tempat yang aman mengikuti instruksi otoritas daerah setempat jika wilayah diguyur dengan hujan lebat lebih dari satu jam. “Perhatikan orang lanjut usia (lansia) serta anak-anak untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat terbawa arus maupun hanyut akibat banjir,” tutupnya. (red)



