- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
- TMMD Ke-128 di Wilayah Kodam II/Sriwijaya Resmi Dibuka
Ratusan Personel Gabungan Bersihkan Sampah dan Material, Ratusan Juta Dana Bencana Dukung Operasional
# Penanggulangan Banjir Lampung
# Pusat Bantu Pemprov Lampung Rp250 Juta dan Pemkab Lamsel Rp150 Juta
BANDAR LAMPUNG, SIMBUR – Bantuan korban banjir di Provinsi Lampung terus mengalir. Hal itu membuktikan negara hadir dalam upaya penanggulangan bencana. Demikian diungkap Danyonif 143/TWEJ Mayor inf Danang Setiaji S.I.P. Mayor Danang mengatakan, dikerahkannya personel TNI-Polri dan instansi pemerintah ini atas petunjuk dan arahan Pangdam II/Sriwijaya.
“Hal ini merupakan cerminan dari hadirnya negara dalam membantu para warga yang menjadi korban banjir. Kami semua di sini akan selalu berupaya membantu masyarakat untuk membersihkan sampah pasca banjir,” ujar Danyon, Selasa. (27/02).
Diterangkannya, 300 prajurit Yonif 143/TWEJ diterjunkan bersama beberapa instansi terkait, di beberapa titik lokasi di wilayah Kota Bandar Lampung. Tujuannya untuk bergotong-royong membersihkan material pasca banjir.
“Adapun personel yang dikerahkan sekitar 600 org yang merupakan personel gabungan dari Kodim 0410/KBL, Polsek Kedaton, Satpol PP, Dinas LH, Dinas PU dan warga setempat termasuk 300 org dari Yonif 143/TWEJ,” imbuhnya.
Untuk sasaran yang dibersihkan yakni fasilitas umum seperti Masjid, Jalan, gorong-gorong, perumahan yang terendam banjir dan fondasi saluran air yang roboh serta pinggiran sungai Balau. Adapun tempat yang didatangi yakni di Perumahan Gelora Persada Rajabasa, Perumahan Gang Toyib Rajabasa, Aliran Sungai Balau Kel. Segala Mider dan di jln. Kepayang Gg Sumur 7 RT.05 LK. II Kel. Rajabasa Pemuka.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan operasional penanganan darurat bencana hidrometeorologi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Lampung. Pemberian bantuan tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.I.P kepada perwakilan pemerintah daerah.
Fajar Setyawan yang hadir mewakili Kepala BNPB, menyatakan bantuan diberikan salah satunya akibat bencana banjir yang melanda Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung beberapa waktu lalu. “Genangan cepat terjadi dan cepat surut namun meninggalkan material dan kerusakan minor pada rumah akibat arus yang cukup kencang,” kata Fajar saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (27/2).
Merujuk prakiraaan Dasarian BMKG wilayah Provinsi Lampung masih berpotensi terjadi hujan, semua pihak diharapkan tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi basah, karena penanganan bencana yang utama dimulai dari fase pencegahan. “Selama sepekan ke depan wilayah Lampung berpotensi mengalami hujan dengan itensitas menengah. Perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan tanah longsor. Pencegahan, pencegahan dan pencegahan. Hal ini yang harus kita pegang,” pungkas Fajar.
Adapun rincian bantuan yang diberikan antara lain, untuk Pemerintah Provinsi Lampung berupa dana siap pakai senilai Rp250 juta dan logsitik peralatan seperti perahu karet plus mesin dua unit, pompa alkon empat unit, sembako 200 paket, hygine kit 200 paket dan biskuit protein 200 paket.
Bantuan untuk pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yaitu, dana siap pakai senilai Rp150 juta dan dukungan logistik peralatan antara lain perahu karet plus mesin satu unit, pompa alkon tiga unit, sembako 100 paket, hygine kit 100 paket, biskuit protein 100 paket, tenda pengungsi satu set, selimut 100 lembar dan matras 100 lembar.(red/rel)



