- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Empat Pengendara Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Luwu, 10 Korban Dilarikan ke Puskesmas
JAKARTA, SIMBUR – Longsor melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Senin (26/2) pukul 09.10 WITA. Akibat kejadian ini empat orang dilaporkan meninggal dunia dan sepuluh orang lainnya dilarikan ke puskesmas terdekat. Selain itu, longsor diperkirakan juga menimbun setidaknya 15 unit motor dan 2 unit mobil, dengan panjang jalan tertimbun lebih kurang 100 m.
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menerangkan, kejadian tanah longsor di Jalan Poros Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi pada segmen tebing dengan struktur tanah yang labil. “Material longsor dari sisi bukit menerjang pengendara kendaraan yang sedang melintas jalan tersebut,” ungkap Muhari, Senin (26/2).
Untuk sementara, mobilitas warga Kecamatan Bastem Utara terputus. Akses jalan poros Desa Bonglo tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat karena timbunan material longsor. “Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian korban di lokasi kejadian,” terangnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga untuk selalu waspada atas potensi tanah longsor susulan mengingat hujan masih sering turun di wilayah Kecamatan Bastem Utara.
Apabila terjadi hujan deras dalam periode lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang sedang berkendara diimbau untuk mencari lokasi yang aman dan menepi sejenak. “Hindari berada dekat dengan lereng tebing yang berpotensi longsor,” imbaunya.
Jika berada di kawasan tebing yang sudah terlihat akan longsor, segera lari dan evakuasi menjauh secepatnya dari kawasan berbahaya, jangan menunggu atau membuang waktu evakuasi melihat fenomena longsor. “Longsor terjadi sangat cepat, dan eskalasi bidang longsoran bisa sangat luas,” tutupnya. (red)



