Lewat Pos Penyekatan, Bawa Sertifikat Vaksin dan Hasil Swab

# PPKM Mikro Diperketat, Bagikan 1.200 Paket Sembako di 14 Titik

 

 

PALEMBANG, SIMBUR –  Penerapan PPKM Mikro diperketat. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak penurunan yang signifikan di tengah kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan meminta masyarakat memperlihatkan sertifikat vaksin dan hasil swab saat memasuki pos penyekatan di perbatasan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, pihaknya melakukan berbagai penyekatan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. “Bila ada masyarakat memasuki pos penyekatan yang kami siagakan di perbatasan, wajib memperlihatkan sertifikat vaksin dan hasil swab. Bila tidak membawa, kami persiapan putar balik,” aku dia sembari menambahkan, bila masyarakat bisa memperlihatkan sertifikat vaksin saja, pihaknya menyediakan fasilitas rapid test.

Untuk salat Iduladha, lanjut Supriadi, pihaknya tidak melarang salat. Kami larang hanya tidak boleh salat berjamaah di masjid dan diperbolehkan di rumah sendiri karena akan mengakibatkan kerumunan,” ungkapnya. 

Kabid Humas menambahkan, anggota satgas terdiri dari Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP hingga instansi serta pihak terkait. Mereka terus melakukan berbagai cara untuk menurunkan angka Covid-19 di Sumsel. 

Menurut dia, Polda Sumsel memastikan, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Palembang dan Lubuklinggau diperketat. Karena itu, keputusan tersebut dianggap sudah tepat. 

“Kami menilai penerapan PPKM mikro diperketat tepat. Khususnya untuk Palembang dan Lubuklinggau. Data yang kami terima per hari ini (Rabu, red) mengalami kenaikan kasus mencapai 781 kasus Covid-19 di Sumsel,” ujarnya. 

Awalnya per 12 Juli kenaikan mencapai 491 kasus,  tapi per hari ini kenaikan sangat tinggi sehingga penerapan PPKM Mikro diperketat sangat tepat dilakukan khususnya di daerah zona merah.  “Kami belum mendapatkan informasi mengenai Penerapan PPKM Mikro diperketat akan diperpanjang atau tidak. Sesuai dengan arahan penerapan ini akan berakhir pada 20 Juli 2021,” katanya. 

Pihaknya mengharap masyarakat dapat memahami dan mematuhi peraturan yang dibuat. “Kami harapkan masyarakat dapat memahami peraturan ini sehingga kami harapkan tidak ada klaster baru seperti yang terjadi pada momen lebaran Idulfitri, ” bebernya. 

Sedangkan bagi pedagang yang merasa dirugikan terkait PPKM Mikro diperketat ini harus bisa memanfaatkan media sosial (medsos) karena 99 persen masyarakat aktif pengguna medsos.  “Kaum milineal kami nilai bisa membantu pedagang dalam memasarkan produk dagangnnya ke medsos, bagi masyarakat yang kurang memahami mekanismenya,” tambahnya. 

Pihaknya berharap akan ada penurunan kasus di Sumsel, sehingga penerapan yang dilakukan dapat efektif secara keseluruhan. 

Sementara itu, memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari atau HKGB ke – 69 dan hari jadi Polwan ke- 73, maka Ketua Bhayangkari Polda Sumsel Nyonya Nera Eko Indra didampingi Nyonya Diana Rudi Setiawan melakukan bakti sosial sekitar pukul 09.00 WIB. 

“Bakti sosial ini wujud kepedulian Bhayangkari dengan melaksanakan kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat di masa Pandemi Covid-19,” ungkap Nyonya Nera. 

Lanjut dia, ini merupakan kepedulian kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Kami berharap, apa yang Bhayangkari berikan, dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban hidup masyarakat, khususnya di masa Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pakor Polwan Polda Sumsel AKBP Shinta Sik didampingi AKBP Fauzia SP pelaksana baksos, menyampaikan terima kasih kepada Ketua PD Bhayangkari Ny Nera Eko Indra beserta segenap pengurus Bhayangkari yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka Peringatan HKGB ke – 69 dan hari jadi Polwan ke – 73 Polda Sumsel. “Semoga niat tulus dapat meringankan beban masyarakat dimasa Pandemi Covid-19. Dengan paket yang dibagikan sebanyaj 1.200 paket, dengan 350 paket untuk wilayah kota  Palembang. Sedangkan pembagian  sembako lainnya ke wilayah PPKM Mikro,” cetus Shinta. 

Ada pun 14 titik PPKM Mikro di Kota Palembang, mulai dari Pesisir Muara Kumbang, Mariana, Banyuasin. Korban Kebakaran Kramasan, Pemulutan, Ogan Ilir, menyasar warga yang tidak mampu dan membutuhkan, serta Warga masyarakat sedang laksanakan isolasi mandiri. 

“Masyarakat pesisir pantai yang tidak mampu dan warga masyarakat  korban Kebakaran.Selebihnya untuk Satwil Jajaran Polda Sumsel, kami berharap menjadi berkah dan membantu meringankan beban warga yang membutuhkan,” tukas Shinta. (nrd/rel)