- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tercatat 3.636 Kendaraan Putar Balik
# Sebanyak 253 Pengendara Jalani Tes Rapid Antigen
PALEMBANG, SIMBUR – Sebanyak 3.636 kendaraan yang akan melintasi pos penyekatan mudik, terpaksa diminta putar balik oleh personel gabungan. Data tersebut diketahui pada hari keempat Operasi Ketupat Musi 2021.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi MM mengatakan, dari data Posko Operasi Ketupat Musi 2021, kendaraan yang diminta putar balik didominasi kendaraan pribadi. “Lebih banyak kendaraan pribadi yang harus putar balik. Tercatat ada 3.407 kendaraan, dengan 153 roda empat, roda empat 3 kendaraan, lalu 70 kendaraan R2,” ungkapnya, Senin (11/5) siang.
Lanjut Kabid Humas, 253 orang pengendara juga menjalani rapid antigen yang hasilnya negatif. “Kami imbau untuk tidak melakukan mudik, mengingat pandemi Covid-19 masih tinggi. Dengan tetap disiplin prokes,” timpalnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM juga memonitoring Pos Penyekatan Simpang Nila Kandi, Kertapati, Senin (10/5/21). Sekaligus memadukan strategi penanganan Covid-19, di Sumsel. Apalagi saat mudik lebaran, mobilitas warga sangat tinggi di Sumsel. Maka berdampak pads lonjakan pandemi Covid-19. Maka Kapolda Sumsel mendukung penuh kebijakan Presiden terkait kebijakan larangan mudik.
Diketahui, terdapat 33 posko penyekatan mudik didirikan di pintu masuk Sumsel. Sejak tanggal 6 – 17 Mei 2021. Kemudian pusat perbelanjaan dan restoran juga dibatasi. Untuk menghindari kerumunan. Dengan mengerahkan 600 personel kepolisian.
“Situasi pandemi diketahui, dengan Muara Enim cukup tinggi, Prabumulih zona merah. Kemudian OKU Timur juga zona merah, dengan 2 kecamatan masih zona merah. Palembang juga zona merah, Kertapati sempat oranye tapu kembali merah lagi,” tukas Kapolda. (nrd)



