- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Selama Penyekatan, Tak Ada Aktivitas di Dermaga Sungai
PALEMBANG, SIMBUR – Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal menegaskan, pihaknya beserta stakeholders terkait telah melakukan penyekatan. Terutama di jalur transportasi perairan untuk mencegah mobilitas warga yang keluar-masuk Palembang melalui dermaga.
Sehubungan dengan itu, Kadishub membantah bahwa dermaga Palembang menjadi salah satu pintu masuk bagi warga negara India. Apalagi para pendatang asal India itu disebut-sebut membawa varian baru Covid B1.617.
“Khusus untuk posko penyekatan transportasi air ditempatkan di Pelabuhan Sungai 16 Ilir. Mengingat kawasan tersebut merupakan CBD Kota Palembang,” ujar Agus kepada Simbur, Senin (10/5).
Kegiatan di Posko 16 Ilir, lanjut Agus, telah dilakukan penyekatan berupa pemasangan Police-line di sepanjang pelabuhan. “Sehingga aktivitas naik-turun penumpang dan bongkar muat barang tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Ditambahkannya, anggota Tim Posko melakukan imbauan dan memantau kalau masih ada yang mau merapat di Pelabuhan Sungai 16 Ilir. “Tim Posko terdiri dari BPTD Wil VII SumselBabel, Dishub Kota, SatPolPP, DPK, Polrestabes, Dinkes, Polairud, unsur TNI,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pelabuhan mewaspadai mutasi virus baru Covid-19 yang banyak ditemukan melalui dermaga. Menkes menyebut pihaknya telah mengidentifikasi sumber masuknya virus baru melalui dermaga. Salah satunya di dermaga Palembang. (kbs)



