- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Operasi Kesiapan Antisipasi Bencana Alam
PALEMBANG, SIMBUR – Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIp SSos selaku Danrem 044 Gapo mendampingi Pangdam ll/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, meninjau latihan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan atua Karhutla dipusatkan di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya, Kamis (15/4/21).
“Latihan ini sudah dimulai sejak Selasa (12/4/21) lalu dan melibatkan gabungan personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Basarnas Prov Sumsel dan unsur pendukung lainnya,” kata Kol Inf Ari Sudarsono selaku Kasi Ops Korem 044/Gapo.
Aplikasi latihan kesiapsiagaan operasional atau LKO ini, dalam rangka penanggulangan Karhutla di wilayah Kodam ll/Swj tahun 2021, yang diikuti lebih kurang 500 Personil TNI-Polri dan unsur pendukung lainya. Untuk kesiapan menghadapi bencana alam Karhutla khususnya di musim kemarau.
“Mengingat potensi bencana alam yang paling besar di Provinsi Sumsel adalah Karhutla. Sehingga, dengan adanya latihan ini diyakini tim gabungan sudah siap melakukan penanganan Karhutla yang sewaktu-waktu terjadi di Sumsel,” tanggap Danrem 044/Gapo.
“Untuk menangani Karhutla, tentunya membutuhkan sinergitas dari semua pihak. Sehingga dalam latihan ini, kita melibatkan dari berbagai unsur seperti Polri, Manggala Agni, BPBD dan Basarnas dan unsur pendukung lainnya,” jelas Brigjen Jauhari.
Kolonel Inf Ari Sudarsono mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini guna melatih personelnya dalam menghadapi potensi jika terjadi bencana alam.“Ini untuk melatih kesiapsiagaan personel kita, dalam menghadapi dan mengatasi kemungkinan adanya bencana di wilayah kita,” cetusnya.
Latihan ini sangat penting, pasalnya selain untuk melatih kesiapsiagaan personel, juga untuk mengasah kemampuan serta profesionalisme sehingga prajurit semakin terbiasa dan tepat serta cepat dalam menyikapi perkembangan situasi di wilayah.
Dandim 0402/Oki Letkol Czi Zamroni SSos menegaskan, latihan ini adalah aktualisasi atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang tugas dan peran TNI diantaranya melaksanakan tugas Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang didalamnya melakukan bantuan penanggulangan bencana alam dan SAR bantuan kemanusiaan.
“Satuan TNI, diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang tinggi untuk mengantisipasi setiap kemungkinan bencana alam yang timbul di daerah, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan tugas TNI,” tukas Dandim OKI. (red/rel)



