Ajak Komponen Masyarakat Cegah Konflik Sosial

PALEMBANG, SIMBUR – Kolonel Inf Grandy Mangiwa selaku Kasrem 044/Gapo bersama komponen masyarakat di wilayah Korem Gapo, menggelar komunikasi sosial di balai Prajurit Makorem 044/Gapo di Jalan Jenderal Sudirman, KM 4,5 Palembang.

Kegiatan Pembinaan Komunikasi AGHT atua ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, untuk mencegah konflik sosial di wilayah Korem Gapo. Mengangkat tema “Peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial di wilayah Provinsi Sumsel”. Tak lupa dalam kegiatan ini, Kolonel Inf Grandy juga membagikan sembako untuk meringankan beban di kala pandemi.

Hadir dalam kegiatan komsos tersebut, Kol Arm Immer H.P Butar Butar SIp MM; Ketua Tim dari SINTELAD, Kasi Intel Kasrem 044/Gapo, Kolonel Inf Efran Herriyanto SH; Kasiter Kasrem 044/Gapo, Letkol Inf Arif Susanto; Kasat Pol PP Prov Sumsel H Aris Saputra SSos MSi; Ketua MUI Prov Sumsel diwakili oleh Dr H Fajri Ismail MA dan para Kasi Korem 044/Gapo serta para peserta acara Binkom lebih kurang 150 orang

Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIp SSos selaku Danrem 044/Gapo diwakili Kolonel Inf Grandy Mangiwa selaku Kasrem Gapo mengatakan, Indonesia akhir-akhir ini sedang dihadapkan berbagai ujian dan tantangan.

“Baik itu masalah pandemi Covid-19, bencana alam, aksi teroris, masalah ekonomi, pengangguran, penyebaran ajaran agama menyimpang, maupun persoalan lainnya yang berpotensi munculnya konflik sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Maka dari itu, melalui kegiatan ini diharapkan segenap komponen  masyarakat dapat mencegah ancaman konflik sosial yang dapat  terjadi di Provinsi Sumsel. “Kegiatan ini juga sekaligus sebagai wahana, untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi, semakin erat. Guna bersama-sama, bahu membahu memperkuat dan memperkokoh persatuan kesatuan bangsa,” Harap Jauhari.

Kolonel Ar Immer HP Butar Butar SIp MM selaku ketua tim kegiatan pembinaan komunikasi AGHT, negeri ini memiliki keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya, pada bangsa yang dapat memberikan kontribusi positif, bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi tersebut dapat membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, apabila terdapat ketimpangan pembangunan kesenjangan sosial dan ekonomi. Serta tidak adanya dinamika kehidupan politik sejak Proklamasi Kemerdekaan dari ancaman yang membahayakan keamanan Nasional mulai dari pemberontakan, separatisme, terorisme nasional yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan Bangsa,” jelasnya.

Di samping itu transisi demokrasi dalam tatanan dunia yang semakin terbuka mengakibatkan dinamika sosial, termasuk kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang baik dalam mengatasi keamanan.

“Baik dan kondusif tetap terjaga, serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana. Dalam kelas yang baik sebelum pada saat maupun sesudah terjadinya konflik yang mencakup tentang ketika dan pemulihan pasca konflik dalam masyarakat mengembangkan sistem peringatan dini yang baik,” terangnya. (red/rel)

 

Posted in TNI