Borong Karya Perempuan Lapas
SEKAYU, SIMBUR – Darma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba yang di ketuai oleh Patrichia Lisnawaty Sinulingga SKM melakukan kunjungan Kasih ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sekayu, Selasa (23/3). Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut Ketua DWP Lapas Kelas II B Sekayu Emminari Jhonny Gultom Ak.Bid.
Ketua DWP Dinkominfo Muba Patrichia Lisnawaty Sinulingga SKM menyampaikan, adapun tujuan serta maksud datang ke lapas hari ini, selain ingin berbagi Kasih, bersilahturahmi juga ingin memberikan support dan motivasi untuk sesama perempuan. Setiap perempuan, lanjut dia, di mana pun berada berhak untuk terus berkarya dan rasa semangat yang sama dalam menjalani aktivitas kehidupan.
Ternyata, kata dia lagi, ibu-bu yang berada di lapas perempuan II B Sekayu sangat luar biasa. Sudah memiliki berbagai macam karya. Meskipun dalam keadaan yang terbatas tapi karyanya terus berjalan. Mereka menghasilkan karya yang bermanfaat untuk diri sendiri serta berguna bagi orang lain. “Diharapkan setelah keluar mereka dapat menjadi lebih baik lagi, dengan memiliki berbagai macam karya dan memiliki keterampilan yang bisa menjadi usahanya untuk menambah penghasilannya nanti,” ujar Patrichia.
Untuk karya yang sudah di buat hari ini, tambah Patrichia, yang berbahan dari tali Kur akan dibeli. “Nanti akan kami bantu promosikan lewat media sosial,”beber Patrichia.
Sementara, Ketua DWP Lapas Kelas II B Sekayu Emminari Jhonny Gultom Ak.Bid, menuturkan rasa bangga dan terima kasih kepada Ibu DWP Dinkominfo Muba yang sudah melakukan kunjungan Kasih ke lapas. Kehadiran ibu-ibu ini tentu dapat memberikan semangat kepada warga binaan. Saling memotivasi sesama perempuan akan masuk ke hati. Adapun karya-karya yang selama ini dibuat oleh warga binaan dari tali kur berupa clutch, gelang tangan, tempat tisue, keranjang serbaguna, dompet dan konektor tali masker hijab.
“Terima kasih atas kunjungannya, yang sudah memborong hasil karya yang telah dibuat oleh warga binaan kami serta akan bantu untuk mempromosikannya. Hal ini dapat menambah rasa percaya diri warga binaan, karena karyanya merasa dihargai. Ini bisa menjadi kebutuhan yang bermanfaat bagi mereka,”tandasnya.(red/rel)



