- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ujung Tombak Pencegahan Karhutla
PALEMBANG, SIMBUR – Kepala Staf Korem 044/Gapo Kolonel Inf Grandy Mangiwa, menghadiri pembukaan pelatihan peningkatan kemampuan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sebagai Dai dalam pencegahan Karhutla, kemarin (18/3/21) pagi.
Kegiatan ini guna meningkatkan kemampuan Babinsa dan Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan penerangan melalui pendekatan Agama. Agar sadar dan tidak terlibat dalam kegiatan Karhutla, serta bersama sama untuk mencegah terjadinya Karhutla di Wilayah. Prov Sumsel.
Pembukaan pelatihan ini bertempat di Ruang Rekonfu Gedung Promoter Polda Sumsel Palembang. Kegiatan ini diikuti 35 personil Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta 17 Satwil yang mengikuti secara vicon zoom.
Hadir dalam kegiatan ini Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM; Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIk, SH, MH; Kasrem 044/Gapo, dan Kolonel Inf Grandy Mangiwa; Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Drs M Indra Gautama Msi
Llau Kepala BPBD Prov Sumsel diwakili oleh Kasi tanggap Wibowo SPd SKM Mkes; Ketua MUI Prov Sumsel Prof Dr KH Aflatun Muchtar; Ketua PHDI Prov Sumsel, I Wayan Sumitra, Ketua PGIW Prov Sumsel Bagus Panjaitan S Th; Kakanwil Kemenag Prov Sumsel diwakili Kabid Urais Kemenag Prov Sumsel Drs H Kusrin MM.
Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakan sebagai Dai Kamtibmas dalam Pencegahan Karhutla akan dibekali kemampuan sebagai Dai, dalam mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Sebagai ujung tombak dalam mengantisipasi Karhutlah, mendorong, menggugah, mempengaruhi dan membangkitkan, kesadaran masyarakat akan akibat dari pembakaran hutan dan lahan,” cetusnya.
Pangdam juga mengatakan, mempengaruhi masyarakat, untuk tidak melakulan pembakaran lahan, di wilayah sesuai agamanya. “Peran yang terbatas diharapkan akan dapat membantu penyadaran terhadap Masyarakat, sehingga akan mengurangi bencana kebakaran hutan dan lahan,” timpalnya. (red/rel)



