Sering Padam akibat Layang-layang, Pastikan Tarif dan Tagihan Listrik Tidak Naik setelah Subsidi

PALEMBANG, SIMBUR – Layang-layang menjadi salah satu penyebab terputusnya aliran listrik di sejumlah wilayah dalam Kota Palembang. Hal itu diketahui dari informasi hasil penelusuran pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang terkait padamnya listrik selama dua hari di Jl Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang, Selasa-Rabu (11-12/8).

Manajer PLN (UP3) Palembang, Nanang Prasetyo mengatakan, aliran listrik di kawasan tersebut sempat terputus pada Selasa (11/8) antara pukul 16.09—17.45 WIB. Kemudian, gangguan listrik juga kembali terjadi pada Rabu (12/8) antara pukul 17.18—18.20 WIB. Nanang mengungkapkan, terputusnya listrik selama dua hari di Jl Srijaya Negara Palembang akibat gangguan penyulang hydrogen trip di Gardu Induk (GI) Gandus PA 0865. Gangguan itu disebabkan anak-anak bermain layang-layang sehingga mengakibatkan jaringan PLN beradu.

“Dominan saat ini gangguan karena layang-layang. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada semua lurah melalui grup WhatsApp, datang ke lokasi spot layang-layang, serta melalui media sosial. Sepertinya masih banyak yang tidak diindahkan. Selain listrik padam, juga berbahaya bagi yang bermain layangan dekat jaringan,” ungkapnya.

Nanang mengimbau, kalau anak-anak sering bermain layang-layang dekat jaringan PLN, dikawatirkan memengaruhi kesehatan trafo gardu induk. “Jika sampai rusak, bisa lama recovery-nya. Ujung-ujungnya masyarakat juga yang merasakan,” jelasnya.

Menurut Nanang, anak-anak sering bermain layang-layang mungkin karena permainan seperti playstation tutup lantaran Covid-19. “Anak-anak tidak ada mainan lain, akhirnya (main) layangan. Waktunya dipergunakan main layang-layang. Kami memikirkan mereka juga. Jangan main di dekat jaringan. Sore anak-anak main layangan, paginya jika listrik terganggu, kan tidak bisa belajar,” terangnya.

Lanjut Nanang, pihaknya mengharap kesadaran warga, khususnya para orangtua untuk selalu mengingatkan anak-anak agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan PLN. “Kalau ada embun atau hujan tali layangan bisa menjadi penghantar listrik. Repot sendiri kalau kesetrum,” tandasnya.

Sementara itu, Nanang memastikan, tagihan listrik tidak akan naik apalagi membengkak setelah berakhirnya masa stimulus pembebasan dan potongan untuk pelanggan golongan rumah tangga 450 VA dan 900 VA subsidi, serta golongan bisnis dan industri 450 VA. Menurut Nanang, bukan PLN yang menaikkan tarif dan tagihan listrik. Sampai saat ini tidak ada rencana dari pemerintah. “Tidak ada informasi tersebut. Yang ada pemerintah memberi stimulus terhadap masyarakat terdampak pandemi melalui PLN,” tegas Nanang, kepada Simbur.

Ditanya kabar perpanjangan insentif pembebasan dan potongan tagihan listrik hingga Desember 2020, Nanang mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait perpanjangan subsidi listrik tersebut. “Mohon maaf kami belum dapat info dari PLN pusat,” ujarnya.

Selain subsidi gratis dan diskon, lanjut Nanang, PLN juga memberikan promo penambahan daya kepada para pelanggan setianya. “Ini juga niat baik PLN membantu. Karena warga sudah mulai banyak yang belajar dan berusaha di rumah, jadi banyak butuh listrik. Namanya Super Wow. Karena menambah daya (dengan program itu) itu murah sekali. Cukup hanya membayar Rp170.845,” ujarnya.

Menurut Nanang, jumlah biaya tersebut diambil dari tanggal Kemerdekaan Indonesia. “Kalau digabung jadi 170845 (17-08-45). Itu yang kami namakan Super Wow. Kami harap masyarakat mau memanfaatkan momen ini hingga 30 Sepetember 2020. Karena tahun depan belum tentu ada lagi. Kami beri kelonggaran selama dua bulan,” ujarnya.(maz)