- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kabag Humas: Sisakan Dana Publikasi yang Melekat di Dinas
PALEMBANG, SIMBUR – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai ujung tombak segala implementasi kebijakan serta visi dan misi Kota Palembang, tentu bukan tanggung jawab yang ringan. Hampir semua kegiatan atau event akan dilaksanakan oleh OPD, membutuhkan dana serta upaya sosialisasi dan publikasi yang tidaklah murah.
Ironis, anggaran atau dana publikasi dinas justru dikelola Humas Setda Pemkot Palembang. Jika tidak terjadi koordinasi yang baik, maka bisa dipastikan kegiatan atau event yang digelar oleh OPD kemungkinan tidak maksimal dan cenderung membuang-buang anggaran. Di samping itu, dana publikasi dinas yang dikelola humas dinilai tidak efektif.
Tekait itu, pengelolaan dana publikasi oleh Humas Setda Kota Palembang, dibenarkan oleh Kabag Humas, Amiruddin Sandy, SSTP Msi saat dikonfirmasi Simbur, Kamis (20/6). “Memang selama ini dana publikasi Pemkot dikelola oleh humas kan. Publikasi yang mana lagi?” ujarnya melalui pesan singkat.
Ditanya apakah kegiatan yang dilakukan OPD untuk publikasinya menggunakan sistem satu pintu melalui humas, Amiruddin memastikan jika OPD masih memiliki sistem publikasi melekatnya. “Ada juga publikasi yang melekat dengan kegiatan di OPD. Publikasi bisa melekat pada kegiatan masing-masing OPD,” katanya.
Diwartakan sebelumnya, event lomba Bidar dalam rangka peringatan HUT Kota Palembang ke-1336 sepi penonton. Lomba Bidar yang disaksikan langsung oleh Wali Kota (Wako) Palembang itu, diakuinya karena kurang sosialisasi akibat terbatasnya dana publikasi Dinas Pariwisata. Orang nomor satu Palembang itu bahkan merasa kecewa dan menginginkan jika lomba Bidar yang merupakan jati diri masyarakat kota Palembang, tidak hanya dinikmati oleh warga Palembang saja. (dfn)



