Ubah Balap Motor Jadi Reli Wisata

PALEMBANG, SIMBUR – Setelah ditunjuknya Sumsel khususnya Palembang sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism), tentu pemprov Sumsel maupun Pemda/pemkot setempat tidak boleh lagi tutup mata dengan peran organisasi/komunitas seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI). Terlebih, potensi Sumsel untuk menggelar event otomotif terbilang cukup besar, karena ketersediaan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang sudah mumpuni dan diakui dunia internasional.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel, Augie Bunyamin Yahya menegaskan jika keberadaan IMI di Sumsel tentu sangat membantu pengembangan dunia pariwisata yang sedang digenjot. “Dalam hal pariwisata, kami akan mengundang seluruh pereli-pereli (pembalap reli) dan membuat reli wisata dimana seluruh yang datang adalah pembalap-pembalap yang memang sangat mumpuni. Dengan itu, mereka juga dapat melihat keindahan pariwisata  di Sumsel,” ungkapnya usai agenda IMI Sumsel Award di Hotel Amaris, Sabtu (16/2).

Lebih lanjut, Augie menjelaskan bahwa sangat mungkin jika Pemprov Sumsel menggandeng IMI Sumsel dalam gelaran event-event otomotif berskala nasional maupun internasional. “Sinergitas IMI Sumsel dan provinsi adalah untuk mengadakan event-event internasional. Terbukti, Gubernur Sumsel sangat peduli dengan kegiatan otomotif, dan direncanakan akan diselenggarakan MXGP di tahun depan,” lanjutnya.

Terkait SDM dan infrastruktur untuk event MXGP, kata Augie, jika memang dilibatkan, IMI Sumsel akan menyarankan beberapa titik (sirkuit) yang memang sangat layak digunakan. Event tersebut bisa saja dilaksanakan di sekitar JSC atau sekitar bandara SMB II.

“Mengenai SDM IMI untuk MXGP, kami ada beberapa untuk tingkatan pengawas. Sementara SDM di lapangan, saya rasa akan sepenuhnya kepada IMI Sumsel yang memang berkompeten untuk di lapangan,” jelasnya seraya menambahkan jika event internasional, mungkin IMI Sumsel hanya akan membantu Pemerintah untuk asistensinya saja.

Augie berharap IMI Sumsel mendapat dukungan penuh dari Gubernur, dan tentu IMI Sumsel berjanji untuk memajukan pariwisata Sumsel melalui kegiatan otomotif. “IMI award yang dilaksanakan saat ini mengacu pada anggaran dasar dan rumah tangga IMI Sumsel bahwa kami harus memberikan apresiasi penuh kepada para atlet, sponsor, penggiat-penggiat otomotif dalam hal ini para kepala daerah yang memang memiliki atensi penuh terhadap otomotif,” terangnya.

Senada, pereli asli Sumsel yang mewakili Indonesia pada even asia cross country rally, Memen Harianto menilai jika event otomotif sangat memungkinkan untuk promosi pariwisata di Sumsel. Karena dengan adanya event internasional yang masuk ke Sumsel efeknya akan sangat besar.

“Event menjadi daya tarik orang banyak untuk berkunjung, secara otomatis akan memicu ekonomi Sumsel,” ujarnya peraih tiga penghargaan kategori off road dan reli itu.

Memen menilai, Sumsel sangat memungkinkan untuk menggelar banyak event otomotif  internasional dalam setahun, dengan syarat pemerintah daerahnya harus terlibat aktif.

“Saya yakin sangat bisa karena Sumsel memiliki banyak sekali fasilitas dan banyak tempat yang bisa dikelola dan dikembangkan. Peran pemerintah sangat penting sekali untuk memajukan dunia otomotif di Sumsel,” yakinnya.

Terkait kemampuan pereli nasional, pereli asli Lubuk Linggau itu meyakini jika pembalap nasional mampu dan kompetitif di tingkat Asia. “Kita punya latar belakang event off road, reli yang memang rutin di lakukan di Indonesia,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Memen, problem utama atlet Indonesia adalah sponsorship. “Sponsor di Indonesia belum melihat jika otomotif adalah media promosi yang baik, sementara di negara-negara lain itu keterlibatan pemerintah dan sponsor begitu besar,” keluhnya dan berharap dengan adanya IMI Award, sponsor melihat bahwa atlet Sumsel potensial untuk berkompetisi.

Dilanjutkan, event internasional yang masuk ke Indonesia adalah satu pemicu untuk banyak hal. Pertama mengenai sponsorship, dan kedua mengenai atlet sendiri.  “Dengan datangnya atlet dari luar, membuat atlet nasional berpacu minimal setara dengan atlet luar baik dari teknologi dan kemampuan skillnya. Dan yang paling penting lagi sponsor akan melihat bahwa otomotif adalah potensi yang sangat besar untuk berpromosi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, IMI Award 2019 menganugerahkan award untuk lima kategori dengan jumlah 30 piala. Kategori tersebut adalah tokoh otomotif (lima piala), Bupati yang melaksanakan Kejurnas (enam piala), sponsorship (dua piala), atlet roda empat (enam piala), atlet roda dua (sebelas piala). (dfn)