Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

PALEMBANG, SIMBUR – Kabar duka menyelimuti dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, wafat pada Sabtu (18/4), pukul 00.05 WIB, dini hari.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Budi Kemuliaan setelah mengalami serangan jantung. Kepergian salah satu tokoh penting dalam organisasi wartawan tertua di Indonesia ini meninggalkan duka mendalam bagi insan pers di seluruh Tanah Air.

Sekretaris Dewan Kehormatan [DK] PWI Sumsel, Jon Heri mengenang almarhum Zulmansyah merupakan sosok yang aktif mendorong penguatan organisasi serta peningkatan profesionalisme wartawan.

“Mendiang Zulmansyah berperan dalam mempererat solidaritas di kalangan jurnalis, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Selain itu, sebagai Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri menyebut kepergian Zulmansyah Sekedang bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pers nasional. “Sosoknya dikenang sebagai wartawan senior yang konsisten memperjuangkan profesionalisme dan solidaritas jurnalis di Indonesia,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh pers dan pengurus PWI dari berbagai wilayah menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas dedikasi almarhum. Mereka menilai kontribusi Zulmansyah dalam menjaga integritas dan independensi pers akan terus dikenang.

Kepergian Zulmansyah menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia jurnalistik Indonesia. Hingga kini, ucapan duka dan doa terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Sempat Hadiri Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia

Berdasarkan informasi, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Almarhum wafat akibat serangan jantung. Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting mengatakan, almarhum sempat menghadiri acara Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) pada Jumat malam di Kampus LSPR, Jakarta.

Setelah kegiatan tersebut, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI lainnya melanjutkan makan malam di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Sekitar pukul 21.00 WIB, ia tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, di tengah upaya medis tersebut, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB.

Sosok Aktivis Organisasi yang Tangguh

Kepergian Zulmansyah Sekedang merupakan kehilangan besar bagi PWI dan komunitas pers nasional. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, riang, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik dan organisasi.

Rekam jejak pengabdiannya di PWI terbilang panjang dan signifikan, antara lain Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode (2017–2022 dan 2022–2027), Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 di Bandung tahun 2023.

Selanjutnya, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat dalam masa transisi organisasi, Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat hasil Kongres Persatuan pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Jawa Barat

Dalam perjalanan organisasi, almarhum dikenal sebagai figur pemersatu yang berperan penting dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sahabatnya itu. “Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya, Sabtu (18/11).

Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia memohon doa dari seluruh pengurus dan anggota, insan pers, serta masyarakat luas.(red/rel)