- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Syam’un dari Gaza Robohkan Istana Raja Israil, Jejak Nabi pada Malam Seribu Bulan
Siapa tak kenal dengan tokoh legendaris muslim yang diakui seluruh umat. Syam’un al-Ghozi atau dikenal dengan nama Samson dalam mitologi Yunani atau Simson pada Alkitab. Dalam Islam, Syam’un merupakan salah satu nabi yang mendapat mukjizat dari Allah swt.
NABI Syam’un merupakan seorang nabi dari Bani Israil. Dia masih keturunan Yahuda. Syam’un diketahui anak keempat Nabi Yakub dan istrinya Laya (Leah). Syam’un sendiri memiliki kekuatan yang mampu merobohkan istana dengan kedua tangannya sehingga menewaskan banyak orang kafir dan zalim pada masa itu.
Dalam semua legenda, sebagai manusia biasa, Syam’un atau Samson masih memiliki kelemahan. Kekuatannya sempat hilang setelah rambutnya dipotong Delilah, istrinya sendiri yang berkhianat. Syam’un tahu bahwa musuhnya yang paling kuat juga ada di rumahnya sendiri. Karena itu, melalui perjuangan dakwahnya yang berat, ia diuji untuk tidak mempercayai siapa pun kecuali hanya kepada Allah. Karena itu, Allah mengembalikan kekuatan Syam’un atau Samson.
Syam’un segera bertobat lantaran merasa berdosa membocorkan rahasia kepada istrinya yang telah mengkhianatinya. Sejak saat itu, Syam’un bernazar untuk menebus dosanya dengan menumpas semua kebatilan dan kekufuran, serta menyibukan diri dalam beribadah kepada Allah swt selama seribu bulan hingga ajalnya tiba.
Peristiwa itu dikisahkan dalam kitab Muqasyafatul Qulub karya imam Al Ghazali. Suatu malam di bulan Ramadan, Nabi Muhammad saw sedang berkumpul dengan para sahabat. Tiba-tiba seorang sahabat melihat Rasulullah saw tersenyum. Sahabat pun bertanya, lalu dijawab oleh Baginda Rasul.
Rasulullah menjelaskan kepada sahabat bahwa dirinya telah diperlihatkan hari akhir. Saat semua manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Semua nabi dan rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, kemudian masuk ke surga. Ada seorang nabi yang membawa pedang tapi tidak memiliki seorang pun pengikutnya masuk ke dalam surga. Dia adalah Nabi Syam’un.
Allah swt memberikan mukjizat kepada Nabi Syam’un yang bisa melunakkan besi, memutus rantai besar serta merobohkan istana. Nabi Syam’un berasal dari Palestina, tepatnya Ghaza atau Gaza. Syam’un diutus berdakwah untuk kaum Bani Israil di tanah Romawi.
Nabi Syam’un memiliki sebuah senjata mirip pedang yang terbuat dari rahang unta bernama Liha Jamal. Dengan pedang tersebut, Nabi Syam’un telah membunuh ribuan kaum kafir. Ketika Nabi Syam’un haus, pedang itu dapat mengeluarkan air. Saat dia lapar, pedang itu bisa menumbuhkan daging.
Di kalangan Bani Israil, semua orang menyembah berhala dan hanya mementingkan harta benda. Maka diutuslah Nabi Syam’un untuk menyampaikan risalah Allah Swt dengan penuh ketakwaan. Dalam berdakwah, Syam’un selalu menyebut ‘Laa ilaaha ilallah’ artinya Tiada Tuhan Selain Allah’. Karena begitu sesat umatnya, hingga Nabi Syam’un tidak memiliki pengikut satu orang pun.
Hal itu bukan masalah baginya. Dengan katangguhan dan kekuatan yang dimiliki, Nabi Syam’un terus menentang penguasa pada waktu itu bernama Raja Israil. Nabi Syam’un selalu memenangi pertempuran melawan kaum kafir dan tidak pernah kalah. Akhirnya Raja Israil memakai cara-cara licik untuk menaklukkan Nabi Syam’un.
Sang Raja Israil mengadakan sayembara kepada siapa saja yang berhasil mengikat dan membawa Nabi Syam’un ke istana, maka akan diberikan imbalan emas dan permata yang sangat banyak. Raja Israil kemudian menawarkan hadiah kepada istri Nabi Syam’un. Berapa kali upaya tidak berhasil, akhirnya sang istri menggunakan strategi rayuan dan Syam’un memberitahu kelemahannya.
Nabi Syam’un memiliki rambut sangat panjang hingga menyentuh tanah yang menjadi kekuatannya. Keesokan harinya sang istri mengikat tubuh Nabi Syam’un dengan potongan rambutnya sendiri. Setelah lemah tak berdaya, sang istri mengabarkan kepada Raja Israil kemudian dibawalah tubuh Nabi Syam’un ke istana. Di sana Syam’un disiksa dan akan dibunuh secara perlahan. Kedua mata dibutakan, telinga, kaki dan tangannya dipotong.
Atas kejadian itu Allah Swt memerintahkan malaikat Jibril turun dan menemui Nabi Syam’un. Kemudian Nabi Syam’un meminta ampun atas kesalahan yang seharusnya tidak diberitahukan kepada siapapun termasuk istrinya. Syam’un meminta agar kekuatan saya dikembalikan hingga bisa menggerakkan tiang istana tersebut.
Seketika itu juga kekuatan Nabi Syam’un dikembalikan oleh Allah Swt. Syam’un bisa menghancurkan tiang dan merobohkan istana. Reruntuhan istana menjatuhi masyarakat, sang Raja Israil dan bahkan istrinya sendiri, hanya Nabi Syam’un saja yang hidup. Kemudian dikembalikan kedua kaki, tangan, telinga dan mata beliau. Nabi Syam’un bersumpah akan melawan kebatilan dan beribadah selama 1.000 bulan tanpa henti. Nabi Syam’un telah melaksanakan ibadah puasa di siang hari dan salat malam selama lebih kurang 1.000 bulan tanpa terputus.
Saat itu turunlah surah Al-Qadar ayat 1-5 kepada Nabi Muhammad Saw. Dalam surah tersebut Allah menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qadr, bahwa pahala bagi orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadr itu adalah lebih baik dari pada malam seribu bulan. Sosok yang mampu menjalankan ibadah tersebut yakni Nabi Syam’un. (srt/berbagai sumber)



