Latihan Tempur di Baturaja, Tentara AS Penuhi Hotel Bintang Lima di Palembang

PALEMBANG, SIMBUR – Puluhan tentara Amerika Serikat (US Army) berseliweran di sebuah hotel bintang lima yang berlokasi di Jl Kapten A Rivai Palembang, Rabu (27/8) pagi. Pantauan di lokasi, pasukan asing berseragam militer lengkap itu tampak bersemangat mendorong troli berisi ransel yang tersusun rapi menuju truk pengangkut logistik milik PT Pos berpelat nomor Bandung, Jawa Barat.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen hotel belum memberikan informasi rinci setelah dikonfirmasi. Media ini pun coba menggali dari bagian front office. Sumber di hotel tersebut menjelaskan, tentara AS itu sedang mempersiapkan perjalanan menuju Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). “Semua anggota US Army. Katanya sih mau latihan tempur di Baturaja,” ungkap sumber meminta namanya tidak disebut, Rabu (27/8).

Informasi di sejumlah media, Amerika Serikat (AS) mengirim 1.347 prajurit dalam latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025. Kegiatan tersebut digelar pada 25 Agustus-4 September 2025 di beberapa lokasi strategis di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor. Termasuk Baturaja Sumatera Selatan dan Dabo Singkep Kepulauan Riau.

Total keseluruhan peserta Super Garuda Shield (SGS) 2025 berjumlah total 6.501 personel yang terdiri dari 13 negara. Indonesia mengirimkan 4.105 pasukan. Latihan ini juga diikuti Australia (254), Jepang (490), Korea Selatan (100), Belanda (84), Singapura (62), Kanada (35), Perancis (10), Jerman (4), Brasil (4), Inggris (3), dan Selandia Baru (3).

Dilansir dari situs resmi TNI, Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield 2025 merupakan latihan multinasional terbesar yang digelar di Indonesia. Melibatkan ribuan prajurit dari TNI dan negara-negara sahabat dengan tujuan memperkuat interoperabilitas, meningkatkan kepercayaan, serta memperkokoh kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

Komandan Komando Indo Pasifik AS Laksamana Samuel Paparo menyampaikan, Super Garuda Shield telah berkembang menjadi salah satu latihan utama di kawasan, baik itu operasi lintas udara, operasi di pesisir dan hutan, manuver maritim, maupun perencanaan staf.

“Latihan ini membangun interoperabilitas dan ketangguhan. Latihan ini memastikan bahwa sebagai sebuah tim bangsa-bangsa, kita dapat menghadapi tantangan regional dan menjaga Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka,” ujar Laksamana Paparo saat pembukaan latihan di Gedung Yos Soedarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Senin (25/8) lalu.

Panglima melalui Wakil Panglima TNI menegaskan bahwa Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield tahun 2025 bukanlah sekadar latihan militer. “Latihan ini adalah wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama kita untuk menjaga perdamaian dan stabilitas,” ujarnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan bahwa selain memperkuat hubungan pertahanan, SGS 2025 juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, teknologi militer di antara negara peserta. Hal ini sejalan dengan visi TNI untuk mewujudkan kekuatan pertahanan yang profesional, modern, dan adaptif terhadap dinamika global.

“Latihan Super Garuda Shield yang awalnya digelar secara bilateral antara TNI AD dan Angkatan Darat Amerika Serikat kini berkembang menjadi latihan multinasional berskala besar. Kehadiran puluhan negara peserta dan pengamat mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis sekaligus pemimpin regional dalam menjaga stabilitas Indo-Pasifik,” tegasnya.(red/berbagai sumber)

 

Posted in TNI