{"id":9886,"date":"2017-08-01T11:47:39","date_gmt":"2017-08-01T04:47:39","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=9886"},"modified":"2017-08-01T14:23:37","modified_gmt":"2017-08-01T07:23:37","slug":"crane-dan-girder-lrt-hancurkan-rumah-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=9886","title":{"rendered":"Crane dan Girder LRT Hancurkan Rumah Warga"},"content":{"rendered":"<p># Operator Diduga Langgar SOP<\/p>\n<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Crane dan girder proyek Light Rail Transit (LRT) di simpang fly over Jakabaring, tepatnya di dekat gedung DPRD Kota Palembang, ambruk. Akibatnya, rumah warga milik H Syaiful di sekitar lokasi roboh. Alat berat milik PT Waskita Karya, kontraktor LRT di\u00a0 Jl Gubernur H Ahmad Bastari, roboh pada Selasa (1\/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.<\/p>\n<p>Kejadian nahas yang diduga karena adanya kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP) tersebut terjadi saat warga tengah terlelap atau menjelang Subuh. Salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa memang ada kesalahan dari pemasangan alas plat di bawah crane yang sedang bekerja.<\/p>\n<p>&#8220;Itu kesalahan penempatan alas crane yang plat baja 15 itu. Seharusnya yang bekerja itu menyimpan alas itu menyilang. Dua di bawah dan dua di atas agar bisa saling ikat itu platnya. Ini malah dia simpan sejajar. Kalau ada lubang sedikit saja itukan langsung jatuh cranenya karena rawan bergeser. Semalam itu pas sudah kejadian, mau saya hantam orang itu (petugas),&#8221; ungkapnya kepada Simburnews.<\/p>\n<p>Dugaan sementara lainnya, aspal amblas akibat tidak kuat menahan beban crane yang mengangkat girder (steel box) sehingga crane terjungkal ke depan dan diikutin boom crane (80 ton). Kronologis kejadian, sekira jam 02.30 Wib di TKP 2 (dua) operator driver Suhandri alias Andri\u00a0 dan Bachtiar masing-masing membawa kendaraan crane dengan mengangkat grider (steel bok). Andri ingin memasang steel bok dari bawah ke atas. Ketika steel bok sudah di atas, crane seberat 80 ton itu oleng akibat landasan aspal amblas.<\/p>\n<p>Sementara, anak dari Eliyana yang rumahnya rusak berat, Hakim mengatakan semalam dirinya lagi di Kertapati jadi tidak tau kejadiannya seperti apa. &#8220;Tapi menurut ibu, rumah itu seperti bergemuruh. Untung keluarga tidak ada yang tertimpa. Tapi yang saya tahu awalnya, crane itu tidak dipasang di posisi yang sekarang ini, tapi pas sudah mau kerja, tidak tau kenapa pindah cranenya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Direktur operasional PT Waskita Karya, Hadi Wibowo mengatakan bahwa dirinya belum ke lokasi kejadian. &#8220;Untuk sementara informasi yang saya dapatkan itu kejadian menjelang Subuh sekitar pukul 03.00 petugas sedang bekerja, tidak tahu tiba-tiba tanahnya amblas sehingga membuat crane\u00a0 miring dan terjungkal. Tapi, sekarang sedang dilakukan penyelidikan oleh kepolisian dan saya belum tahu lebih detailnya,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi Simburnews melalui telepon seluler.<\/p>\n<p>Ke depan dirinya memastikan jika PT Waskita Karya dalam hal ini pekerja di lapangan harus harus memastikan lagi bahwa untuk alat tersebut (crane) itu harus berdiri di tanah yang stabil. &#8220;Saya juga belum tahu apakah crane yang jatuh itu berdiri di atas tanah atau di jalan (aspal), karena baru besok saya ke lokasi,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Untuk korban yang luka-luka dan rumah rusak akibat tertimpa crane tersebut, Hadi menegaskan jika hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihaknya (PT Waskita Karya). &#8220;Kami pastikan itu, nanti saya yang tanggung jawab,&#8221; singkatnya.<\/p>\n<p>Sementara, Kasubdit Fisika Komputer Forensik Polda Sumsel, AKBP Khadafi mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apa penyabab pasti crane jatuh. &#8220;Saat ini kami masih mengumpulkan data-data teknis penyebabnya. Kami belum bisa menyimpulkan apakah tanah amblas atau ada penyebab lain. Saat ini kami akan mengumpulkan data-data, jika nanti ada barang bukti yang bisa diambil akan kami bawa ke laboratorium untuk diperiksa sesuai dengan prosedurnya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Mengenai kemungkinan adanya tersangka, Khadafi menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik Polda Sumsel. &#8220;Kami hanya mengolah data untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut. Kami akan menganalisa lebih dulu baru disimpulkan. Untuk analisa labfor kalau ada barang bukti butuh waktu sekitar satu minggu baru akan dibuat berita acaranya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, di lokasi kejadian terlihat juga Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda atau yang akrab disapa Finda mengunjungi para korban. Pada dasarnya, Finda mengatakan seluruh stakeholder termasuk Pemkot secara rutin melakukan koordinasi mengenai pembangunan LRT. &#8220;Saya rasa apa yang dilakukan oleh PT Waskita itu sudah melalui kajian-kajian dan pemikiran. Tetapi, kedepan saya meminta untuk kembali dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi dengan mengkaji ulang jarak batas amannya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, Waskita akan bertanggung jawab penuh dengan kejadian ini. Jadi masyarakat yang terkenan dampaknya tidak perlu resah dan khawatir tentang biaya-biaya kerusakan yang ada. Pemkot akan mengawal agar masyarakat bisa mendapatkan haknya,&#8221; ungkapnya seraya\u00a0menegaskan, jika dalam waktu dekat akan ada evaluasi yang dilakukan oleh Pemkot terhadap kinerja PT Waskita dalam pembangunan LRT. (mrf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Operator Diduga Langgar SOP PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Crane dan girder proyek Light Rail Transit (LRT) di simpang fly over Jakabaring, tepatnya di dekat gedung DPRD Kota Palembang, ambruk. Akibatnya, rumah warga milik H Syaiful di sekitar lokasi roboh. Alat berat milik PT Waskita Karya, kontraktor LRT di\u00a0 Jl Gubernur H Ahmad Bastari, roboh pada Selasa (1\/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kejadian nahas yang diduga karena adanya kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP) tersebut&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9890,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9886"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9889,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9886\/revisions\/9889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}