{"id":8874,"date":"2017-05-17T16:17:09","date_gmt":"2017-05-17T09:17:09","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=8874"},"modified":"2017-05-17T16:17:09","modified_gmt":"2017-05-17T09:17:09","slug":"gagal-lewati-ampera-tongkang-seruduk-tiang-jembatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=8874","title":{"rendered":"Gagal Lewati Ampera, Tongkang Seruduk Tiang Jembatan"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Kapal tongkang bernomor TB-Tanjung Buyut 2-212 Palembang (ARK 04, GT 3346 No 501\/Ab &#8211; 2013 Ba No 3286 \/L) kembali menambah panjang daftar kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak fender dan tiang jembatan Ampera, saat mencoba melewati jembatan dari arah hulu ke hilir, Rabu (17\/5).<\/p>\n<p>Jembatan yang merupakan icon kota Palembang tersebut sempat mengeluarkan bunyi benturan yang keras akibat hantaman tongkang bermuatan lebih kurang 7.700 metrik ton batu bara. Akibatnya, jalanan di atas Jembatan menjadi macet karena pengendara berhenti untuk melihat kejadian tersebut.<\/p>\n<p>Dari informasi yang diperoleh, ketika tongkang tersebut melintas, kondisi berjalan seperti biasa. Namun, setelah melewati \u00a0jembatan, tiba-tiba tali yang digunakan taugboat untuk menarik tongkang terputus. Akhirnya, fender dan tiang utama dari jembatan ampera terkena badan dari kapal tongkang dengan muatan batu bara yang membumbung tinggi.<\/p>\n<p>Sementara, saat akan dilakukan evakuasi, sejumlah taugboat yang didatangkan terlihat kewalahan untuk menarik tongkang tersebut. Terlebih, kuatnya arus Sungai Musi dan muatan yang tidak ringan, membuat evakuasi berlangsung selama hampir dua jam.<\/p>\n<p>Mendengar kabar insiden tersebut, didampingi Kabag Ops Polresta Palembang, Kapolresta, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono bergegas melihat dan memantau secara langsung kejadian tersebut. Kombes Pol Wahyu mengatakan bahwa berdasarkan informasi sementara dari saksi-saksi yang telah dihimpun, kejadian bermula ketika tongkang dari arah Dermaga 35 Ilir akan menuju ke Boom Baru. Tepat dibawah Jembatan Ampera, tiba-tiba, tali penarik putus tepatnya sekitar 500 meter dari Jembatan Ampera. Karena arus sungai yang cukup deras membuat tongkang tersebut pun oleng dan akhirnya terbawa arus sehingga menabrak tiang jembatan yang dibangun tahun 1965 tersebut. &#8220;Jadi tali tongkang ini putus sehingga terseret arus mengakibatknya posisinya berubah dan menabrak tiang tersebut, &#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk saat ini tak ada korban jiwa dan petugas sudah mengevakuasi tongkang tersebut. &#8220;Akibat kejadian ini, jalan di atas Jembatan Ampera jadi macet. Namun petugas kita langsung sigap dan mengatur lalu lintas ini,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Tidak lama berselang, tongkang yang menabrak defender dan tiang Jembatan Ampera, akhirnya dibawa ke Satpolair Polresta Palembang. Kasat Polair Polresta Palembang Kompol CS Panjaitan ketika ditemui di lokasi menuturkan bahwa dengan adanya insiden tersebut, pihaknya melakukan penahanan terhadap tongkang dan tagboat yang menarik untuk dilakukan pemeriksaan. &#8220;Kami masih akan melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan beberapa saksi lainnya. Untuk penyebab pasti kejadian ini, belum bisa dipastikan karena masih harus dilakukan penyelidikan. Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menyelidiki apakah ada dugaan muatan over kapasitas. Kita lihat nanti, kalau memang ada kelalaian pasti diproses. Untuk pemilik tongkang belum tahu, apa milik PT Bukit Asam atau swasta,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, Keberadaan jembatan Ampera sangat penting dalam menghubungkan daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir. Apalagi jembatan yang resmi beroperasi penggunaannya sejak 30 September 1965 itu sudah beberapa kali ditabrak oleh kapal tongkang dengan muatan dan ukuran yang besar, sehingga dikhawatirkan tabrakan itu akan mempengaruhi ketahanan jembatan. Oleh karena itu, pemerintah kota Palembang bersama dengan DPRD Kota Palembang telah mengeluarkan Peraturan Daerah No 14 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Transportasi. Tujuan regulasi itu adalah untuk melindungi jembatan ampera agar tidak lagi ditabrak kapal tongkang yang bermuatan besar.<\/p>\n<p>Pada pasal 106 Perda No 14\/2011 itu dijelaskan bahwa setiap kapal\/tongkang yang melintasi di bawah jembatan Ampera harus memiliki ketentuan, yaitu ketinggian muatan tongkang tidak melebihi delapan meter, bagian atas muatan harus rata atau tidak kerucut, wajib dipandu petugas Otoritas Pelabuhan dan\/atau Unit Penyelenggara Pelabuhan serta pengamanan dan pengawasan lalu lintas di sekitar jembatan Ampera dilakukan petugas Dinas Perhubungan. Lalu, berlayar harus siang hari, terakhir tongkang yang diperbolehkan melintasi di bawah jembatan Ampera maksimal Length Over All (LOA) 300 feet dengan lebar maksimal 28 meter dan ditarik oleh kapal tunda minimal 1765 KW serta tug boat pendorong 1761 KW yang memenuhi persyaratan kelaikan laut.<\/p>\n<p>Apabila ada kapal\/tongkang di perairan sungai Musi yang mengakibatkan rusaknya fasilitas milik pemerintah seperti pelabuhan dan jembatan maka wajib memberikan jaminan kerusakan minimal Rp150 juta kepada pemerintah kota Palembang sambil menunggu selesainya penetapan besaran ganti rugi dari hasil pemeriksaan tim teknis terkait. Peraturan daerah itu lalu diperkuat lagi dengan keluarnya surat edaran No. UM.003\/4\/6\/KSOP.PLG-16 tentang Lalu Lintas Kapal di Bawah Jembatan Ampera dari Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang sejak tanggal 30 Maret 2016 yang ditandatangani Kepala KSOP Kelas II Palembang, Dian Lesmana.<\/p>\n<p>Dalam edaran tertulis, tongkang batubara yang melintas di bawah jembatan Ampera berukuran maksimal 270 feet dengan memenuhi persyaratan nautis dan apabila akan menggunakan tongkang 300 feet harus dipandu kapal tunda dengan kapasitas mesin minimal 2200 HP. (berbagai sumber)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS \u2013 Kapal tongkang bernomor TB-Tanjung Buyut 2-212 Palembang (ARK 04, GT 3346 No 501\/Ab &#8211; 2013 Ba No 3286 \/L) kembali menambah panjang daftar kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak fender dan tiang jembatan Ampera, saat mencoba melewati jembatan dari arah hulu ke hilir, Rabu (17\/5). Jembatan yang merupakan icon kota Palembang tersebut sempat mengeluarkan bunyi benturan yang keras akibat hantaman tongkang bermuatan lebih kurang 7.700 metrik ton batu bara. Akibatnya, jalanan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,36],"tags":[],"class_list":["post-8874","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8874"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8876,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8874\/revisions\/8876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}