{"id":8384,"date":"2017-04-11T00:23:51","date_gmt":"2017-04-10T17:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=8384"},"modified":"2017-04-11T00:29:41","modified_gmt":"2017-04-10T17:29:41","slug":"lecehkan-ratu-palembang-desainer-salahkan-manajemen-puteri-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=8384","title":{"rendered":"Lecehkan Ratu Palembang, Desainer Salahkan Manajemen Puteri Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS -Desainer Busana, Ricky Syahputra (Mumu) angkat bicara terkait kontroversi kostum Ratu Sinuhun yang dipakai Nur Harisyah Pratiwi, wakil Sumsel pada Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2017. Kritik bermula pada Malam Seni dan Budaya, Senin (27\/3), dimana Puteri Sumsel, Nur Harisyah memakai kostum Ratu Sinuhun dengan belahan kain songket yang memamerkan betis hingga paha. Sementara, Ratu Sinuhun dikenal identik dengan nilai-nilai islami.<\/p>\n<p>Dijelaskan Ricky kepada Simbur, pagelaran busana berbasis budaya itu, Nur Harisyah atau yang akrab disapa Caca maju mewakili Sumatera Selatan (Sumsel). Gadis Palembang 2014 ini tampil anggun membawakan jubah dari bahan songket tenun, jenis kain tradisional ciri khas melayu yang merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya.<\/p>\n<p>Caca menggunakan kostum tradisional modifikasi yang dirancang oleh Ricky Syahputra dari Istana Daun Management (IDM), sebuah mahakarya bernilai yang mengeksplor khazanah keindahan Sumatera Selatan, yakni Ratu Sinuhun.<\/p>\n<p>Kepada Simbur, desainer yang akrab disapa Mumu ini menceritakan kasus ini. Menurut Mumu, baju yang ia desain itu dibuat dengan waktu yang sangat mendadak.<\/p>\n<p>\u201cDari pihak Caca chat personal ke saya, minta tolong dibuatkan baju ke ajang Puteri Indonesia dengan waktu sekitar 17 hari lagi. Wah, mendadak sekali, saya bilang. Sementara kalau mau pakai yang sudah ready saya gak punya. Jadi ya saya bikin dengan secepat itu,&#8221; akunya.<\/p>\n<p>Baginya, yang penting Caca pesan bajunya menggambarkan budaya Palembang. &#8220;Saya memilih bahan songket tenun khas Palembang. Di tengah pengerjaan, Caca telepon akan ada pemotretan, sementara baju itu belum selesai. Jadi ya dia foto seadanya dulu. Saya atur sedikit, kan cuma untuk pemotretan, bisa disiasatin lah,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dirinya menambahkan, sewaktu Caca di airport, bajunya masih disimpan Ricky. &#8220;Jadi saya antarkan ke sana. Nah, setelah event nya berjalan kemudian diposting ke instagram penampilan Caca. Saya gak menyangka kalau akan menuai kritik sebegitunya,&#8221; terangnya kaget.<\/p>\n<p>Dia mengaku benar-benar tidak sengaja dan tidak tahu kalau bajunya harus bertema dan ada sinopsisnya. &#8220;Sewaktu sudah sampai Jakarta, Caca baru menghubungi saya dan menanyakan tentang apa tema baju sama sinopsisnya. Saya sempat bingung karena Caca sebelumnya tidak memberitahu kalau harus bertema dan ada sinopsisnya. Kemudian yang terpikir di kepala saya, ya Ratu Sinuhun,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Ditanya mengapa harus dinamakan kostum Ratu Sinuhun, Ricky menjawab karena dia cantik, anggun dan peranya juga cukup besar bagi kaum perempuan di Sumsel. &#8220;Kalau Puteri Sriwijaya sudah ada yang pernah pakai. Jadi ini tidak sengaja, dan kesalapahaman saja. Saya juga sudah searching bahwa Ratu Sinuhun berbasiskan Islam. Saya sempat khawatir dan kebingungan.\u00a0 Saya tidak pernah menyangka akan menuai kritik seperti ini,&#8221; tutupnya. (cjs01)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBURNEWS -Desainer Busana, Ricky Syahputra (Mumu) angkat bicara terkait kontroversi kostum Ratu Sinuhun yang dipakai Nur Harisyah Pratiwi, wakil Sumsel pada Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2017. Kritik bermula pada Malam Seni dan Budaya, Senin (27\/3), dimana Puteri Sumsel, Nur Harisyah memakai kostum Ratu Sinuhun dengan belahan kain songket yang memamerkan betis hingga paha. Sementara, Ratu Sinuhun dikenal identik dengan nilai-nilai islami. Dijelaskan Ricky kepada Simbur, pagelaran busana berbasis budaya itu, Nur Harisyah atau yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,12],"tags":[],"class_list":["post-8384","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline","category-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8384"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8387,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8384\/revisions\/8387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}