{"id":7244,"date":"2017-02-03T00:28:33","date_gmt":"2017-02-02T17:28:33","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=7244"},"modified":"2017-02-03T00:28:33","modified_gmt":"2017-02-02T17:28:33","slug":"terjaring-razia-anak-jalanan-dicampur-orang-gila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=7244","title":{"rendered":"Terjaring Razia, Anak Jalanan Dicampur Orang Gila"},"content":{"rendered":"<p><strong>(EKSKLUSIF) SIMBUR, PALEMBANG<\/strong> \u2013 Keberhasilan pemerintah menangani salah satu penyakit sosial di masyarakat yakni anak jalanan (anjal) menimbulkan kontroversi. Di satu sisi, tindakan yang pemerintah melalui Dinas Sosial diambil dinilai dapat menimbulkan efek jera bagi anjal. Di sisi lain, sanksi dan hukuman bagi anjal kadang berada di luar batas kemanusiaan.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa anjal yang terjaring akan diinapkan terlebih dahulu di Panti Sosial Rehabilitasi Dinas Sosial yang terletak di daerah Kenten. Hal tersebut dilakulan sampai ada keluarga yang datang menjemput. Sekilas langkah tersebut sangatlah manusia, tetapi ada dugaan jika anjal ini justru dikumpulkan sekamar dengan orang gila di panti sosial tersebut. Tidak sampai disitu saja, dari informasi yang diperoleh Simbur Sumatera, ternyata ada oknum yang meminta sejumlah uang kepada anjal yang ingin keluar dari Panti Sosial sebesar 300 ribu.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya anjal, ada juga pengamen\u00a0 yang kena dirazia. Jika tertangkap Dinsos, mereka dikurung bercampur orang gila di panti sosial Kenten. Namanya juga orang gila, makan dan berak ya di sana. Kalaupun ada keluarga yang menebus harus menyiapkan uang Rp300 ribu,\u201d ungkap Hr, pria yang menjajakan dagangan di lapak kawasan Pasar Cinde, Jl Jenderal Sudirman.<\/p>\n<p>Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Belman Karmuda membenarkan jika memang sebelumnya ada penempatan anjal dan pasien rumah sakit jiwa. Hanya saja dirinya meluruskan sebenarnya orang gila yang dimaksud bukanlah orang gila yang terjaring razia oleh aparat pemerintahan, melainkan mantan pasien RS Jiwa Dr Ernaldi Bahar yang dinyatakan sudah sembuh tetapi belum dijemput oleh keluarganya.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya tidak benar kalau anjal digabung sekamar sama orang gila. Hanya saja memang ada beberapa pasien dari RS Jiwa yang dinyatakan sudah sembuh tetapi belum dijemput atau tidak diterima lagi oleh keluarganya dan terbentur dengan kapasitas RS Jiwa yang sudah over kapasitas, maka pasien tersebut dititipkan sementara di panti sosial,&#8221; terangnya kepada Simbur Sumatera beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Terkait dengan adanya dugaan oknum yang meminta uang terhadap anjal, Belman juga mendapatkan info tersebut dan jika memang ada maka dirinya selaku pihak yang bertanggung jawab saat ini akan menindak tegas oknum yang kedapatan melakukan tindakan pemerasan tersebut. &#8220;Semua biaya yang ada itu sudah ditanggung oleh negara dan tidak benar jika ada pungutan atau biaya saat ingin keluar dari panti. Jika memang ada oknum, saya akan laporkan secepatnya agar diberikan sanksi tegas,&#8221; tegasnya. <strong>(mrf)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>(Baca berita selengkapnya hanya di surat kabar Simbur Sumatera edisi cetak Februari 2017)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(EKSKLUSIF) SIMBUR, PALEMBANG \u2013 Keberhasilan pemerintah menangani salah satu penyakit sosial di masyarakat yakni anak jalanan (anjal) menimbulkan kontroversi. Di satu sisi, tindakan yang pemerintah melalui Dinas Sosial diambil dinilai dapat menimbulkan efek jera bagi anjal. Di sisi lain, sanksi dan hukuman bagi anjal kadang berada di luar batas kemanusiaan. Diketahui bahwa anjal yang terjaring akan diinapkan terlebih dahulu di Panti Sosial Rehabilitasi Dinas Sosial yang terletak di daerah Kenten. Hal tersebut dilakulan sampai ada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7244","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7246,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244\/revisions\/7246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}